Daerah

Baru Sebulan Menjabat, Kepala SMPN 5 Denpasar Didemo

×

Baru Sebulan Menjabat, Kepala SMPN 5 Denpasar Didemo

Sebarkan artikel ini
Situasi SMPN 5 Denpasar pasca murid mendemo kepala sekolah, Jumat (21/10).

Denpasar,Sekilasmedia.com –Murid SMPN 5 Denpasar mendemo kepala sekolah Putu Eka Juliana Yaya. Mereka meminta kepala sekolah yang baru menjabat satu bulan tersebut diganti. Hal itu karena, tingkah laku dan tutur kata kepala sekolah tidak pantas, kurang sopannya kepada guru serta staf maupun murid.

Para murid dari Kelas VII, VIII dan IX itu juga kompak saat menyampaikan keluh kesahnya kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Denpasar, AA Gede Wiratama yang hadir di SMPN 5 Jalan Cokroaminoto, Gang Angsoka, Kelurahan Ubung, Kecamatan Denpasar Utara, Kamis (20/10).

BACA JUGA :  Siap Jalankan Amanah, Bupati dan Wabup Sumenep Resmi Dilantik Hari Ini

Usai berorasi di lapangan sekolah, perwakilan murid berjumlah 30 orang diajak masuk ke salah satu ruang kelas untuk menyampaikan aspirasi. Dalam pertemuan itu murid mengeluhkan pemberian tugas yang bukan menjadi tanggung jawab mereka.

Bahkan untuk biaya support di bidang ekstrakurikuler tidak ada, tidak ramah, cuek saat memberi salam maupun saat lomba, uang kumite yang sebelumnya tidak wajib, malah diwajibkan Rp 65.000 per bulan, dan prasarana di sekolah tidak disediakan.

Tidak hanya itu, kebijakan kepala sekolah tentang meniadakan persembahyangan bersama dan senam bersama juga disampaikan. Bahkan sejumlah guru diturunkan dari jabatannya, demikian pula pegawai TU yang diberhentikan tanpa alasan yang jelas.

BACA JUGA :  Bupati Dandim dan Kapolres, Tinjau Lokasi Banjir di Celong Banyuputih

Sementara perwakilan guru menyampaikan diberikan pekerjaan yang tidak sesuai dengan tugas dan fungsinya. Mereka diminta untuk melakukan bersih bersih sehingga di kelas sangat jarang ada yang mengajar. Selain sulit menyampaikan aspirasi, pada Sabtu dan Minggu para murid juga tetap masuk, sehingga orang tua mengeluh pada guru karena anaknya tidak dapat istirahat.

Terkait keluhan itu, Kadisdikpora Denpasar AA Gede Wiratama meminta agar guru mengajar seperti biasa sesuai tupoksinya. Karena segala hal yang disampaikan sudah dicatat sehingga tidak perlu takut. Dan memastikan masalah ini akan diproses.

“Kami janji akan proses masalah ini. Jadi bapak ibu guru tetap mengajar. Kami tidak ingin anak anak ini terlantar,” ucapnya. SN.