Nasional

Ketua Umum PSSI & Kapolri Tiba di Stadion Kanjuruhan

×

Ketua Umum PSSI & Kapolri Tiba di Stadion Kanjuruhan

Sebarkan artikel ini
Foto: Kapolri bersama Ketua Umum PSSI saat kunjungi Stadion Kanjuruhan pasca peristiwa kerusuhan Arema FC Versus Persebaya yang menelan banyak korban.

Malang, sekilasmedia.com- Persepakbolaan tanah air tengah dilanda duka mendalam atas insiden kerusuhan supporter di Stadion Kanjuruhan. Adapun kini Kapolri tiba di Malang, langsung tinjau stadion Kanjuruhan dan Rumah Sakit, Minggu (2/10).

Insiden pada pertandingan Liga 1 antara Arema sebagai tuan rumah menjamu Persebaya Surabaya berakhir dengan skor 2-3. Pasca pertandingan kericuhan mulai terjadi yang memakan korban.

Dalam kesempatan tersebut, Jenderal Listo Sigit mengumumkan jumlah meninggal dunia saat ini 125 orang.

BACA JUGA :  888 Casino – Grote winsten, kleine stortingen, puur plezier

” Data terakhir berdasarkan pengecekan dan verifikasi dengan Dinkes jumlahnya 125 karena ada yang tercatat ganda,” kata Listyo saat melakukan konferensi pers di Stadion Kanjuruhan Malang, Minggu (2/10).

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berjanji mengusut tragedi maut Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Listyo Sigit menyebut telah menurunkan tim investigasi menyeluruh.

“Karena begitu besarnya saudara kita yang meninggal, maka kami bersama tim akan melaksanakan pengusutan terkait proses penyelenggaraan dan pengamanan. Kami akan melakukan investigasi terkait peristiwa yang terjadi, yang menyebabkan banyaknya korban meninggal,” terang Listyo yang Sigit.

BACA JUGA :  La sapienza è forza: il casino Vincispin istruisce i giocatori elvetici con materiali

Pada kesempatan kali ini, Listyo Sigit datang ke Malang bersama dengan jajarannya untuk memastikan proses investigasi berjalan. Disebut, tim DVI Polri telah bekerja mengidentifikasi korban.

“Saat ini saya mengajak Bareskrim Polri, Propam, juga Puslabvor untuk melakukan langkah-langkah pendalaman dan investigasi. Kemarin DVI juga sudah bekerja untuk memastikan identitas korban yang meninggal,” tuasnya. (BAS)