Peristiwa

144 Aremania Tewas Dalam Tragedi Kanjuruhan, Sisi Kelam Dalam Sejarah Sepakbola Indonesia

×

144 Aremania Tewas Dalam Tragedi Kanjuruhan, Sisi Kelam Dalam Sejarah Sepakbola Indonesia

Sebarkan artikel ini
Foto: Suasana ricuh saat Aremania dalam Derby Jatim antara Arema FC vc Persebaya dalam Liga 1 2022.

Malang, sekilasmedia.com – Kanjuruhan Disaster Jilid 2 terjadi usai laga Arema vs Persebaya Surabaya di Liga 1 2022-2023 Pekan 11, Sabtu (1/10/2022) malam. Tercatat hingga Minggu (2/10/2022) ada 144 orang korban jiwa.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Awak media dilapangan bahwa ada total 127 Aremania yang berpulang, di mana 34 orang meninggal di Stadion, 93 meninggal di rumah sakit dan 180 orang masih mendapatkan perawatan intensif. Bahkan update terakhir, korban tewas mencapai 144 orang

Menurut Kepala Kepolisian (Kapolda) Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta membeberkan kronologi insiden kerusuhan laga Arema FC versus Persebaya yang menelan korban jiwa, Sabtu (1/10) malam.

Nico menjelaskan, biang kerusuhan dipicu rasa kekecewaan sejumlah suporter terhadap hasil kekalahan melawan Persebaya dengan skor 3-2.

“Selama pertandingan tidak ada masalah. Masalah terjadi ketika usai pertandingan. Penonton kecewa melihat tim Arema FC kalah. Apalagi ini sebelumnya Arema FC tidak pernah di kandang sendiri melawan Persebaya dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Nico saat gelar rilis di Polres Malang pada Minggu (2/10).

BACA JUGA :  SOPIR KURANG FOKUS,TABRAK ZUZUKI KATANA DAN SEPEDA MOTOR

“Mereka bermaksud menanyakan ke pemain dan official kenapa sampai kalah (melawan Arema FC),” tuturnya.

Tak ingin kejadian kericuhan menjadi runyam, Nico menerangkan jika petugas pengamanan kemudian melakukan upaya-upaya pencegahan dan pengalihan suapaya mereka tidak masuk ke lapangan. Salah satunya dengan menembakkan gas air mata.

“Upaya-upaya pencegahan dilakukan hingga akhirnya dilakukan pelepasan gas air mata. Karena sudah tragis dan sudah mulai menyerang petugas dan merusak mobil,” papar Nico.

Selain korban jiwa, Nico menambahkan, ada korban materil dalam tragedi Kanjuruhan semalam. Setidaknya ada 13 mobil dirusak oleh massa suporter. Dimana 10 di antara mobil yang dirusak itu merupakan milik anggota Polri. Bahkan, ada pula yang tak sekadar dirusak, tapi juga dibakar.

“Ada 13 mobil yang rusak, 10 di antaranya mobil dinas Polri, yakni mobil patroli, patwal, K9, truk brimob, dan sisanya mobil pribadi,” tandasnya.

BACA JUGA :  Kompor Jenazah Meledak, Belasan Warga Alami Luka Bakar

Sementara Management Arema Fc menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya korban dalam musibah berdarah di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, pekan 11 dalam lanjutan Liga Satu Sepak Bola Indonesia 2022.

“Arema FC menyampaikan duka cita mendalam atas musibah di Kanjuruhan. Arema FC turut bertanggung jawab untuk penanganan korban baik yang telah meninggal dan yang luka-luka” ungkap Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris.

Sebagai tindak lanjut, Management Arema FC akan membentuk Crisis Center atau Posko Informasi korban untuk menerima laporan dan penanganan korban yang dirawat rumah sakit.

“Kepada keluarga korban management Arema FC memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga korban, serta siap memberikan santunan. Management siap menerima saran masukan dalam penanganan pasca musibah tersebut, agar banyak yang diselamatkan” kata Haris. (BAS)