Daerah

Ultimatum Aremania, Tuntut Permintaan Maaf Kepolisian Dan Tetapkan Tersangka Kanjuruhan Disaster Saat Berdialog Dengan Menko PMK

×

Ultimatum Aremania, Tuntut Permintaan Maaf Kepolisian Dan Tetapkan Tersangka Kanjuruhan Disaster Saat Berdialog Dengan Menko PMK

Sebarkan artikel ini

Malang, sekilasmedia.com – Pasca Tragedi Paling berdarah dalam sejarah persepakbolaan di tanah air yang Merenggut Ratusan nyawa saat Pertandingan Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan kabupaten Malang, Perwakilan Korban dan Korwil Aremania melakukan dialog dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Prof. Dr Muhadjir Effendy M.A.P di gedung senat universitas Muhammadiyah Malang. Senin (03/10/2022) malam.

Dalam dialog tersebut para korban dan Korwil Aremania menyampaikan tuntutannya serta memberikan deadline 7 hari kepada Aparat penegak hukum untuk menangkap tersangka serta meminta pertanggung jawaban kepada para pihak atas peristiwa Tragedi Berdarah yang menewaskan Ratusan orang tersebut.

Salah satu Tokoh Aremania yang hadir dalam dialog Ade herawanto atau yang akrab di sebut Ade D’cross menyatakan apa yang terjadi dalam peristiwa di stadion kanjuruhan tersebut bukanlah sebuah tragedi namun lebih tepat disebut sebagai pembantaian dan pembunuhan.

“Permintaan Kami Aremania sederhana saja, yang pertama, kok belum ada yang minta maaf baik dari perangkat pertandingan terutama keamanan”. Jelasnya

“Sampai dengan detik ini belum ada permintaan maaf dari Aparat kepolisian atas peristiwa tersebut” Ujarnya.

BACA JUGA :  Peringati Hari Ibu 2025, CKI Gelar Talkshow “Perempuan Berdaya dan Berkarya” di Kabupaten Malang

“Kedua Aremania menuntut keadilan yang seadil-adilnya atas pembunuhan saudara-saudara kami yang dilakukan aparat keamanan kemarin” ungkapnya

“Pihaknya memang telah membuat kesepakatan dengan sengaja menahan diri untuk tidak mendatangi kantor kepolisian hingga tujuh hari ke depan, karena saat ini Aremania sedang berduka , dan kami sepakat untuk selamatan 7 harian di Korwil masing-masing, jadi saat ini masih belum ada inisiatif untuk mendatangi pihak panitia penyelenggara dan kepolisian” ucapnya

Hal senada juga di sampaikan Sam Udin salah satu tokoh Aremania korwil muharto, dalam tuntutannya “Pihaknya dan Aremania memberi ultimatum dalam 7 hari jika tidak ada satupun yg ditetapkan sebagai tersangka maka akan ada reaksi keras Aremania, kami beserta seluruh Aremania akan turun kejalan dengan damai secara besar-besaran bahkan mungkin jauh lebih besar daripada yang hadir di Stadion untuk menuntut keadilan”. Tegasnya

Pihaknya dan Aremania menggandeng 40 pengacara akan mendata jumlah sebenarnya korban meninggal. Karena data yang dirilis oleh pemerintah masih simpang-siur. “Jika malam ini data sudah terverifikasi, maka besok pagi kami akan menggugat dan membuat somasi terbuka serta mengumpulkan fakta,” bebernya.

Himbauan kami, silakan membuat posko sebanyak-banyaknya. Kita bukan teroris, bukan demonstran yang menentang pemerintah, kami hanya penonton tapi kenapa kami harus dibunuh?,” ujarnya geram.

BACA JUGA :  Serahkan SK CPNS Sekolah Kedinasan, dan SK Kenaikan Pangkat, Wali Kota Mojokerto Pesan Kuatkan Sinergi dan Kolaborasi

“sebelumnya Kami juga sudah menyampaikan kepada kompolnas bahwa peristiwa di stadion Kanjuruhan adalah pembunuhan. Untuk itu kami meminta kepada Kompolnas, agar diberikan akses informasi untuk dapat mengungkapkan kebenaran,” pungkasnya

Dalam dialog dengan korban dan perwakilan Korwil Aremania dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Prof. Dr. Muhadjir Effendy berjanji seluruh masukan dan temuan Aremania akan dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo.

“Presiden meminta segera dilaksanakan investigasi atas peristiwa tersebut siapa yang bertanggung jawab, baik itu investigasi penyelenggaraan dan Investigasi pengamanan apakah SOP yang dilakukan sudah standard Dan lain-lain. Saya tidak berjanji banyak. Tapi percayalah kepada saya, karena saya juga Arema. Ini bagian dari tugas saya untuk mendengarkan masukan dan keluhan Aremania”. tutur Muhajir

“Presiden Jokowi juga telah memerintahkan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Republik Indonesia, Mahfud MD untuk memimpin investigasi mendalam, Ini masih panjang, dan Presiden meminta peristiwa ini diusut tuntas karena sudah menjadi perhatian dunia, Percayalah, kami akan menangani dan mengurus hal ini,” tandasnya (Tyo)