Malang, sekilasmedia.com- Tingginya volume kendaraan roda dua maupun roda empat yang meningkat disejumlah titik di Kota Malang mengakibatkan kemacetan parah.
Dimana kemacetan terlihat di sekitaran kawasan Jembatan Brantas, baik dari arah utara (Surabaya) maupun arah selatan (Blitar).
Sementara dikawasan Jalan Gatot Subroto juga terlihat kepadatan kendaraan yang cukup parah. Pasalnya, bahu jalan digunakan untuk parkir kendaraan-kendaraan yang berimbas pada akses jalan menyempit.
Kepadatan jalan juga nampak terlihat di kawasan Kayutangan Heritage atau sepanjang Jalan Basuki Rahmat. Kemudian kawasan Muharto hingga Polehan.
Kepadatan kendaraan di Jalan Gatot Subroto juga tak lepas dari penutupan di sejumlah ruas jalan. Karena digunakan untuk peringatan haul akbar dan harlah Ponpes Darul Hadist Al-Faqihiyyah ke-78. Selain itu ada juga kegiatan UMKM dan Preston Fest yang membuat Jalan Semeru ditutup.
Ruas jalan yang ditutup di antaranya Jalan Merdeka Utara, Jalan Zaenal Arifin, Jalan Aris Munandar, dan Jalan Gereja. Kegiatan haul dan harlah tersebut sudah berlangsung sejak kemarin hingga hari ini.
Sejumlah pengendara memilih untuk putar balik atau mencari jalur alternatif lain untuk menghindari kemacetan.
Seperti halnya yang dialami oleh Sunarto (50) pengendara motor asal Pakis. Saat dihadapan awak media, Minggu (22/01) mengatakan bahwa ia saat pulang kerja, sebenarnya melewati kawasan itu untuk menghindari kemacetan di Jalan Gatot Subroto. Tapi Sunarto tidak menyangka jika di kawasan tersebut terjadi kemacetan yang luar biasa.
“Yah mau bagaimana lagi, jalan alternatif juga lagi padat karena ada beberapa kegiatan besar, jadi ya harus sabar buat para pengguna jalan” kata Narto yang keseharian menjadi tukang buah di kawasan jalan Ijen Kota Malang.
Sunarto mengungkapkan bahwa dia berencana menuju kawasan Blimbing dari arah Gadang untuk mengambil buah untuk pelanggannya.
“Biasanya ditempat ini meskipun padat arus kendaraannya tapi tidak semacet ini, apalagi ini hari minggu jadi banyak juga wisatawan yang datang ke Malang untuk berlibur, sehingga menambah volume kendaraan yang masuk ke Kota Malang” tuasnya. (BAS)





