
Mojokerto, Sekilasmedia.com-Ristika Febrianti (33) merupakan peserta dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau mandiri yang pernah mengalami infeksi paru dan liver. Wanita yang akrab disapa Riska ini menceritakan bahwa kondisi tersebut sempat menghambat aktifitasnya. Namun ia bersyukur karena biaya pengobatannya ditanggung oleh Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Belum lama ini, kondisi badan tidak seperti biasanya selama menjalankan aktifitas, saya merasa sangat lelah sekali. Perut ini terasa sakit dan lemas. Saya tidak bisa bangun dan susah makan. Awalnya saya kira hal itu terjadi karena sakit perut biasa,” kata Riska.
Khawatir dengan kondisi saya menahan rasa sakit, ditambah warna kuku ditangannya orange, dirinya dibawa oleh suami ke Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Sakinah Mojokerto. Karena panik dan tergesa-gesa, Kartu JKN ketinggalan dirumah. Oleh petugas rumah sakit menerangkan, hanya dengan menunjukkan KTP, sudah bisa dilayani. Dengan sigap dan cepat, petugas medis menangani saya di UGD, dirinya diharuskan untuk observasi lebih lanjut dengan menjalani rawat inap sampai penyakitnya dapat diketahui dan diobati.
“Setelah melalui beberapa pemeriksaan, saya menjalani pemeriksaan laboratorium. Saya diharuskan rawat inap karena dokter mendiagnosa saya mengidap penyakit liver dan infeksi paru,” ujar Riska
Ia menambahkan bahwa baru kali ini dirinya merasakan apa yang namanya sakit keras. Tak terbayangkan besarnya biaya perawatan dan sampai berapa lama dia bisa sembuh.
“Baru pertama kali ini belum pernah saya merasakan sakit seperti ini. Saya merasa benar-benar sedang mengalami sakit keras. Kekhawatiran saya, jika rawat inap harus menghabiskan waktu dan biaya yang mahal. Bersyukur biaya perawatan di rumah sakit dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan,” imbuh Riska.
Selama menjalani rawat inap, dirinya mendapatkan perawatan dan memperoleh pelayanan yang baik dari rumah sakit. Tidak ada perbedaan pelayanan, baik peserta umum maupun BPJS Kesehatan. Dokter dan perawat dengan telaten merawat dan support dirinya sampai sembuh.
“Alhamdulillah, kondisi saya semakin hari berangsur membaik. Dokter dan perawat yang merawat saya dengan baik, sehingga saya termotivasi untuk lekas sembuh. Semua biaya ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan dan tidak ada iur biaya sama sekali” ujar Riska.
Ia mengapresiasi pelayanan yang didapatnya sangat baik. Menurutnya fasilitas yang diterimanya tak berbeda dengan pasien umum, ruangan kamar yang bersih, tenaga medis kesehatan yang ramah dan pelayanan yang baik.
“Kondisi saya berangsur semakin membaik dan diperbolehkan pulang, namun harus menjalani kontrol secara berkala. Saya sangat bersyukur telah menjadi peserta JKN yang telah menjadi penyelamat menjalani pengobatan saya yang berbiaya mahal,” tutur Riska.
Seminggu setelah pulang dari rumah sakit, Riska juga diharuskan untuk menjalani kontrol kesehatan secara berkala, untuk memastikan kondisi kesehatannya semakin baik dan sembuh. Usai kontrol, dia berkaca pada dirinya sendiri untuk lebih menjaga kesehatan agar selalu sehat.
“Selama menjalani kontrol, semua biaya ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan. Kini saya lebih menjaga kesehatan dan pola hidup seperti olahraga, makan yang teratur dan seimbang. Walaupun tidak mengeluarkan biaya, saya lebih memilih sehat dari pada sakit lagi,” ujar Riska
Riska yang kesehariannya bekerja sebagai kader JKN, telah merasakan manfaat Kartu JKN dan memberikan apresiasi kepada BPJS Kesehatan karena telah banyak membantu ia dan keluarganya dalam melayani kesehatan. Ia berharap Program JKN tetap terus ada dan baginya tidak masalah untuk selalu rutin membayar iuran. Menurutnya sehat itu mahal harganya dan tidak tahu kapan datangnya, dengan memiliki Kartu JKN biaya pelayanan kesehatan akan terjamin.
“Saya mengajak masyarakat untuk mendaftar peserta JKN. Sakit itu tidak tahu kapan datangnya, jangan sampai sadikin (sakit jadi miskin). Dan bagi yang mampu finansial atau sudah punya asuransi swasta, marilah kita membantu saudara- saudara kita yang diluaran sana masih jauh dari mampu dan benar benar membutuhkan uluran tangan. Karena dengan menjadi peserta JKN secara otomatis kita ikut gotong-royong membantu mereka. Dengan begitu Insya Allah, hidup kita akan lebih berkah dalam segala bidang,” ajaknya.(SM)






