Gresik, Sekilasmedia.com – Ramadhan 1444 H tahun 2023, disambut dengan antusias oleh seluruh umat muslim, terutama di Indonesia. Selain penuh berkah, Ramadhan juga jadi surga bagi para penikmat takjil.
Antusias Warga Kelurahan Lumpur Kecamatan Gresik Kabupaten Gresik Jawa Timur diwujudkan bersama Karang Taruna Pangaskaro dan LPMK setempat berkerjasama menggelar Bazar Kuliner bertajuk ” Gadon – Gadon Arek Lumpur Gresik”.
Gadon-gadon Ramadan ini sudah berlangsung mulai 30 Maret lalu hingga 15 April 2023 mendatang. “Gadon-gadon” sendiri merupakan sebutan oleh warga lumpur yang berarti nyemil atau makan-makan ringan.
Demi memanjakan para pengunjung bazar, berbagai menu kuliner khas kampung Lumpur Gresik seperti bandeng asap, telur bader (ikan), bonggolan, brengkesan, pentol udang, ikan belut bumbu kunir, ikan Manyung bumbu kuning dan Aneka jenis minuman disajikan.
Ikan-ikan tersebut merupakan hasil para nelayan yang berada di Kelurahan Lumpur. Sehingga harga yang di patok untuk lauk pauk ikan khas Lumpur terbilang murah, mulai Rp 3.000 hingga Rp 10.000.
“Ikan-ikan ini hasil tangkapan nelayan Lumpur sendiri. Biasanya memang dijual mentah, tapi melalui Gadon-gadon Ramadhan ini berbeda. ikan hasil tangkapan dilaut langsung diolah menjadi masakan khas sini,” kata Bagus Kurniawan Ketua LPMK Lumpur, Senin (3/4/2023) sore.
Bagus menjelaskan, pihak Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Kelurahan Lumpur bekerja sama dengan karang taruna Pangaskaro menggelar “Gadon-gadon Arek Lumpur” bertujuan untuk mengenalkan makanan khas kelurahan Lumpur.
“Tentu kalau nelayan menjual ikan yang sudah di olah akan mendapatkan uang lebih dari biasanya, selain itu untuk meningkatkan UMKM setempat dan juga memperluas pangsa pasar,” imbuhnya.
Lebih lanjut Bagus Kurniawan mengungkapkan, ada sekitar 30 stand yang menjadi peserta di bazar ini. Bukan hanya kuliner saja namun juga kesenian, Bagus berharap kedepan kelurahan sekitar seperti kelurahan Kroman bisa berkolaborasi untuk mengelar acara bersama.
“Tadi pembukaan ada Pencak Macan, Kesenian Khas Lumpur Gresik. Kami mencoba memadukan antara kesenian dan kuliner, karena ini terkait dimana kesenian juga turut menjadi daya tarik bagi para pengunjung Bazar,” pungkasnya. (rud)






