Daerah

Warga Tlogomas Menuntut Penutupan Hotel Tempat Open BO, Managemen Hotel: Hanya Salah Paham

×

Warga Tlogomas Menuntut Penutupan Hotel Tempat Open BO, Managemen Hotel: Hanya Salah Paham

Sebarkan artikel ini

Malang, Sekilasmedia.com – Diduga menjadi ajang tempat Prostitusi online, Warga RW 08 kelurahan Tlogomas , Kecamatan Lowokwaru kota Malang, menuntut penutupan operasional 2 penginapan yang berlokasi di jl koral kelurahan yaitu RedDoorz Pluz dan Smart Hotel Tlogomas. Senin, (15/05/2023)

Keresahan warga RW 08 Tlogomas yang menduga wilayahnya dijadikan tempat mesum, akhirnya dilampiaskan dengan memasang spanduk dibeberapa titik dimana 2 penginapan tersebut beroperasi. Spanduk berisi tuntutan warga bertuliskan
“Warga RW 08 dan Jamaah Masjid Menolak Kegiatan Prostitusi diwilayah RW 08 serta Menuntut Penutupan Operasional RedDoorz Pluz dan Smart Hotel Tlogomas,”

Berdasarkan informasi yang di himpunan awak media dilokasi, tokoh agama dan tokoh masyarakat Rw 08 bersama pihak Kelurahan Tlogomas dan jamaah masjid setempat, telah mengirimkan surat aduan kepada Wali Kota Sutiaji. Dalam surat tersebut, mereka meminta penutupan penginapan yang diduga digunakan untuk praktik prostitusi online.

Hal tersebut di ungkapkan Ibnu Samsul Huda salah satu tokoh agama di wilayah Tlogomas, yang menjelaskan bahwa surat aduan tersebut telah disampaikan kepada Wali Kota Malang. Dirinya berpendapat karena hanya Walikota yang memiliki kewenangan untuk menutup dan mencabut izin operasional hotel atau penginapan di Kota Malang yang melanggar Perda.

BACA JUGA :  Polres Trenggalek Raih Juara Lomba Poniras Tingkat Polda Jatim

“Pada saat ini, kami sedang menunggu keputusan dari Wali Kota Malang setelah mengajukan surat aduan. Sebagai hasilnya, kami memutuskan untuk tidak mengadakan demonstrasi dan memilih untuk memasang spanduk sebagai tuntutan kami,” ujar Ibnu Samsul Huda pada Minggu (14/5/2023).

Berdasarkan pantauan awak media , di lokasi dimana penginapan tersebut beroperasi sekilas memang tampak mirip satu sama lain dan menjadi satu bangunan antara RedDoorz Pluz dan Smart Hotel Tlogomas, akan tetapi berbeda pemilik maupun manajemen pengelolaan. hal tersebut diungkapkan Jemmy pengelola Smart Hotel Tlogomas, saat awak media mengkonfirmasi terkait tuntutan warga RW 08 Tlogomas.

Jemmy selaku pengelola Smart Hotel Tlogomas, saat dikonfirmasi wartawan dengan ramah dan terbuka menjelaskan kepada awak media, terkait permasalahan dengan warga hanyalah salah paham mengingat penginapan yang dikelolanya Smart Hotel Tlogomas memang bersebelahan dengan RedDoorz Pluz.

Jemmy menjelaskan bahwa hotel yang dia kelola tidak digunakan untuk praktik prostitusi online.

“Harus bisa dibedakan antara RedDoorz Pluz dan Smart Hotel Tlogomas. Hotel kami walaupun sangat dekat lokasinya, namun kita manajemen yang berbeda, pemilik yang berbeda serta perlakuan terhadap tamu juga berbeda,” ungkap Jemmy.

Dirinya juga menjelaskan bahwa kejadian sebenarnya berawal dari pengunjung RedDoorz Plus griya cempaka yang ribut dikarenakan masalah prostitusi yang pada akhirnya diketahui oleh warga setempat pada pekan yang lalu.

BACA JUGA :  Bupati Asahan Lepas Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana Alam

“Kami saat ini juga sedang berusaha melakukan klarifikasi karena nama Smart Hotel Tlogomas terbawa-bawa dan akhirnya tercemar karena prostitusi online,” imbuhnya

Jemmy juga menerangkan bahwa, dugaan kasus prostitusi online tersebut terjadi di RedDoorz Pluz bukan di Smart hotel Tlogomas yang dia kelola. Namun warga yang awam dan kurang informasi menduga kejadian juga terjadi di Smart Hotel Tlogomas dan akhirnya menimbulkan kesalahpahaman, dan berujung tuntutan penutupan hotel.

“Saya berharap bahwa masalah ini cepat selesai, jika masalahnya disebelah maka jangan libatkan Smart Hotel Tlogomas. Hal ini sangat berdampak pada tingkat hunian kami yang jadi sepi pengunjung. Apalagi terdapat spanduk tuntutan penutupan yang seakan-akan hotel kami juga menyediakan jasa open bo, padahal bukan seperti itu faktanya,” ujar Jemmy

Hal berbeda justru disampaikan pihak RedDoorz Pluz, saat didatangi awak media untuk konfirmasi, pihak Redoorz Pluz terkesan tertutup saat dikonfirmasi terkait tuntutan warga yang menduga penginapan RedDoorz menjadi ajang protitusi online, Penjaga RedDoorz menjawab dengan ketus
“Silahkan datang besok pagi saja mas, langsung dengan manajemen” ucap penjaga RedDoorz Pluz. (Tyo)