
Blitar,Sekilasmedia.com Peletakan batu pertama dimulainya pembangunan ICU RSUD Ngudi Waluyo pada (Senin, 5 Juni 2023) lalu, Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, dr. Endah Woro Utami menjelaskan bahwa keberadaan ICU sangat penting dalam penanganan kegawatdaruratan (persalinan, kanker, penyakit jantung, dan stroke dll) dengan mudah dan cepat. Pasien yang mendapatkan perawatan intensif di ICU dapat mengurangi tingkat kematian akibat penyakit.
Pembangunan ICU RSUD Ngudi Waluyo Wingi, 3 Lantai, 30 ruangan ini menggunakan dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sebesar 27 miliar. Diharapkan pembangunan ini selesai pada tanggal 28 Desember 2023, dan diresmikan pada tahun 2024.
Sejak Bupati Rini Syarifah dilantik,ada tiga pembangunan fasilitas di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi yaitu pembangunan gedung perawatan anak empat lantai, pembangunan fasilitas pemulasaraan jenazah, dan yang ketiga adalah pembangunan ICU sekarang ini.
Senin (28 Agustus 2023), Komisi III DPRD Kabupaten Blitar bersama dinas terkait kembali memantau dan memastikan percepatan pembangunan gedung ICU (Intensive Care Unit) RSUD Ngudi Waluyo Wlingi agar supaya pembangunan selesai tepat waktu dan kwalitas bangunan sesuai RAB.
Dari pantauan Sekilasmedia.com di lapangan, rombongan anggota Komisi III DPRD Kabupaten Blitar diterima oleh manager proyek, dan langsung melihat-lihat bangunan, lengkap dengan seragam safety Lingkungan Kesehatan dan Keselamatan Kerja atau LK3.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Blitar, Arya Nugroho mengatakan bahwa peninjauan yang kedua kalinya ini, diharapkan kwalitas bangunan yang dihasilkan sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB) dalam kontrak.
Ia juga berpesan kepada pemenang tender senilai Rp 27 miliar ini untuk mengejar keterlambatan, meskipun menurut Arya masih ada beberapa bulan lagi dari waktu yang telah ditentukan.
“Ini yang kedua kalinya ya mas. Kami bersama pak ketua akan terus memonitor pelaksanaan pembangunan ICU ini, dengan harapan kwalitas yang dihasilkan menjadi baik,” kata Arya.
Arya menambahkan, “Terus, jangan kayak Bandung Bodowoso, dengan mengejar progres malah mengesampingkan kwalitasnya,” tambahnya.
Lebih lanjut anggota legislatif dari fraksi PDIP ini mengungkapkan soal kesanggupan dari pihak kontraktor yang optimis menyelesaikan pekerjaan karena adanya sokongan permodalan dari pihak lain.
“Hal ini jelas akan sangat mempengaruhi hasil pekerjaan, baik ketepatan waktu maupun finishing nya,” jelasnya.
Kemudian Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Blitar Sugianto juga ikut menyarankan hal yang sama agar ada penambahan tenaga kerja lagi. Alasannya, menghindari potensi keterlambatan waktu pelaksanaan.
Disamping itu, pihaknya mengingatkan kepada kontraktor agar memperhatikan soal teguran-teguran yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) rumah sakit demi kebaikan dan kelancaran bersama.
Menurutnya, pekerjaan konstruksi yang sedang berjalan bisa saja mengalami progres prestasi yang lambat atau tidak sesuai dengan rencana/kontrak.
Oleh karenanya, diperlukan adanya Show Cause Meeting (SCM) dan kemudian surat teguran/peringatan yang ditunjukan kepada kontraktor untuk memperbaiki.
“Tadi kita telusuri sesuai aturan, jika teguran-teguran yang telah disampaikan oleh pihak rumah sakit sampai ke dua kali, maka bisa saja diputus kontrak kerjanya. Itupun melalui beberapa tahapan,” ungkap politisi Partai Gerindra ini.
Sementara itu, Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Edah Woro, melalui Kepala Bidang (Kabid) Kehumasan, Mustiko, ditempat terpisah mengapresiasi kinerja Komisi III DPRD Kabupaten Blitar yang intens dalam hal pengawasan.
“Mewakili segenap direksi RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, kami mengucapkan banyak terimakasih atas keseriusan membantu kami dalam proses peningkatan pelayanan kesehatan,” ucapnya.
Mustiko memastikan RSUD Ngudi Waluyo senantiasa terbuka atas masukan dan saran-saran dari semua pihak, sehingga dapat menjadi bahan evaluasi untuk menjadikan RSUD Ngudi Waluyo semakin terpercaya sebagai rumah sakit rujukan. ddg






