Daerah

4 Kunci Bahagia dari Rasulullah Menurut Fahruddin Faiz

×

4 Kunci Bahagia dari Rasulullah Menurut Fahruddin Faiz

Sebarkan artikel ini

Mojokerto, sekilasmedia.com. Dr. Fahruddin Faiz dosen sekaligus filsuf mengahadiri acara dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW. Dan Haul ke 22 Masyayikh dengan tema Hidup bahagia dengan hikmah dan uswah Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Modern As-Salam di Desa Kauman Kec. Bangsal Mojokerto pada 22 September 2023. Jum’at (22/09/23).

 

Dalam sambutannya KH. Syu’aib Nawawi atau pimpinan yayasan pesantren As-Salam mengatakan acara tersebut bukan hanya memperingati Maulid Nabi saja, namun juga memperingati Haul Ke 22 para Sesepuh atau pendahulu pesantren tersebut;

 

“Jadi perlu saya sampaikan kepada bapak/ibu sekalian, bahwasanya acara pada malam hari ini bukan hanya memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. namun juga memperingati Haul dari mbah-mbah saya yakni; KH. Abdulssalam, Hj. Masruroh, KH. Abbas Nawawi. KH. Abdullah Nawawi. H. Abdul Kholik, H. Sutrisno, dan H. Abdul Rokhim, jadi yang mengundang bapak/ibu sekalian ya beliau-beliau orang hebat yang dahulunya menjadikan pesantren ini masih berdiri higga sekarang.” sambut Yai Syu’aib.

 

Setelah sambutan dari pimpinan tersebut, dilanjut dengan melantunkan Sholawat Maqom karena memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Oleh grup banjari dari Ponpes tersebut. Dan barulah Fahruddin Faiz diberikan kesempatan menyampaikan materi dari ngaji filsafatnya yang membahas tips-tips dari Rasulullah untuk mengahadapi segala kondisi dengan tenang, namun sebelum itu beliau menyampaikan bahwa Rasulullah itu patut dicintai.

BACA JUGA :  Kapolres Lamongan Hadiri Giat Tertib Lalin Serentak dan Pencanangan Lamongan Tertib Lalin

 

“Sebagai pembuka pembahasan kita malam hari ini saya langsung teringat ada sebuah syi’ir dari seorang Syaikh Isa Albayuni kalau diterjemahkan yakni ‘Insya’allah semua umat yang mencintai Nabi Muhammad, maka senantiasa nantinya tidak akan rusak atau membusuk jasadnya meskipun telah ditelan oleh bumi’ hal itu bukan hanya sebuah syi’ir belaka, karena ketika Isa Albayuni ini meninggal lalu beberapa tahun berlalu pemakamannya harus dipindahkan oleh alasan tertentu, dan ternyata jasadnya masih utuh bahkan kafannya saja masih bersih sesuai dengan syi’ir yang dibuatnya,”

 

Lalu Fahruddin Faiz melanjutkan penyampaiannya.

 

“Jadi ini beberapa tips dari Rasulullah menjadi tetap tenang mengahadapi situasi apapun; yang pertama adalah Nabi pernah mengalami masa pahit saat berdakwah ke Thoif karena dakwanya ditolak oleh orang-orang Thoif, kemudian Nabi bermunajat kepada Allah ‘Ya Allah aku adukan kekurangan dan kelemahanku, aku tidak tau harus berbuat apa, selagi Engkau tidak murka, aku tidak perduli’ dalam hal ini kesimpulannya adalah ‘kita harus ridho dengan ketetapan apapun, karena itu keputusan Allah’. Yang kedua adalah ada sebuah kisah seorang sahabat ketika mendengar dakwah Nabi selalu semangat menjadi baik, namun ketika sampai di rumah ia kembali seperti sebelumnya kemudian ia bertanya kepada Abu Bakar dan ternyata terkadang Abu Bakar juga seperti itu, kemudian kata Rasulullah ‘jangan sedih, gelisah, semua itu ada waktunya berubah namun perlahan, kalau memang mampu isilah hidupmu dengan segala sesuatu yang positif nantinya’ jadi intinya jangan menyiksa diri, kenali batasan kita atau semua hal itu ada prosesnya. Yang ketiga ada sebuah hadist dari Rasulullah ‘Demi Allah! Sesungguhnya aku adalah orang yang paling takut kepada Allah dan paling taqwa kepada-Nya di antara kalian. Akan tetapi aku berpuasa dan aku juga berbuka , aku shalat dan aku juga tidur, dan aku juga menikahi wanita. Maka, barangsiapa yang tidak menyukai sunnahku, maka ia tidak termasuk golonganku’ yang intinya jangan berlebihan, jadilah yang sesuai fitrah manusia. Yang keempat dan terakhir adalah ada seorang sufi mendatangi khalifah Umar bin Abdul Aziz dan dimintai nasihat hanya satu kalimat olehnya, kemudian sufi tersebut menjawab semua hal yang ada di dunia ini pasti tidak akan luput dari kalimat ini yakni ‘semua ini akan berlalu’.” Pungkas Fahruddin Faiz.

BACA JUGA :  Songsong Hari Raya Idul Adha, NH Gresik Gulirkan Program Qurban Masuk Desa

 

Setelah itu acara tersebut ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH. Sholeh Nawawi dan akhirnya selesai pukul 22.00 WIB. (Mrh)