
Gresik,sekilasmedia.com – Pada Rabu (24/1/2024), Direktur Rumah Sakit Ibnu Sina bersama Kepala Kejaksaan Negeri Gresik menggelar konferensi pers progres pembangunan gedung untuk rawat jalan terpadu dan diagnostic center tahap I Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sina, dengan wartawan Gresik.
Kegiatan ini dilaksanakan di lantai I gedung rawat jalan terpadu RSUD Ibnu Sina.
Tampak Hadir Direktur RSUD Ibnu Sina Gresik dr Soni Hamzah, M. Kes, Kejari Gresik Nana Riana, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah, Kabag Umum RSUD Ibnu Sina Rommy Setyobudi, S.Psi, Kasubag Tata Usaha Dan Perlengkapan Ahmad Rifa’i, S.Kep.Ners.
Menurut Direktur Utama RSUD Ibnu Sina Gresik dr Soni, gedung 8 lantai untuk rawat jalan terpadu dan diagnostic center perencanaan awal satu tahap. Karena ada proses lelang dan butuh waktu, akhirnya tidak selesai dalam satu tahap. Karena satu tahap itu butuh waktu 10 bulan.
” Berdasarkan kajian MK itu jadi 2 tahap, dimana tahap 1 sekitar memakan waktu 5,5 bulan dan tahap 2 waktu pekerjaan 4,5 bulan. Tahap satu pagu Rp. 53 miliar ketika dilelang pemenangnya Rp. 42 miliar. Sedangkan progres fisiknya 75 persen selesai 100 persen, dan sesuai target selesai 30 Desember 2023. Untuk masa kontrak 14 Juli sampai 30 Desember 2023,” bebernya.
Di tahun 2024 ini, pembangunan gedung tersebut memasuki tahap kedua. Saat ini, Dokumen masuk di BLP terkait lelang proyeknya, dengan estimasi anggaran mencapai Rp. 21 miliar.
” Bila segera selesai di BLP, lalu pengerjaan di mulai. Dengan masa tender 45 hari, saya harapkan estimasi bulan maret mulai dikerjakan dengan masa pengerjaan 4,5 bulan,” imbuhnya.
Proyek pembangunan gedung RSUD Ibnu Sina ini, merupakan proyek strategis daerah (PSD) yang didampingi langsung Kejaksaan Negeri Gresik.
” Pihak Kejaksaan menginginkan pekerjaan bangunan gedung tahap satu di rumah sakit itu harus seperti ini. Sehingga bukannya pekerjaan mangkrak namun menunggu pengerjaan tahap kedua,” sebut dr Soni.
Selama ini, pelayanan rumah sakit sudah bagus hanya tinggal fasilitasnya yang kurang sehingga masyarakat yang sakit sampai ditolak karena tempatnya terbatas. Namun dengan selesainya gedung ini, kedepan pelayanan kesehatan masyarakat lebih meningkat dengan layana terpadu.
Apalagi dengan sistem digital maka memudahkan masyarakat / keluarga pasien memudahkan saat mendaftar, bisa lewat hp dengan skrin barcode QPR. Tanpa harus antri lama.
Dan rencananya, pihak RSUD Ibnu Sina juga akan membangun gedung terpadu lagi untuk layanan rawat inap, lebih spesifik. Lebih tertata rapi dan satu gedung bertingkat. Jadi tidak seperti sekarang, gedungnya menyebar. Ditambah pasien penderita penyakit berbeda masih campur jadi satu ruangan, karena keterbatasan ruang rawat inap, tuturnya. (rud)






