Daerah

Warga Kuta Selatan Ngeluh, Harga Gas Melon Meroket Jauh Dari HET

×

Warga Kuta Selatan Ngeluh, Harga Gas Melon Meroket Jauh Dari HET

Sebarkan artikel ini
Pickup pengangkut gas melon parkir di wilayah Badung, sebelum mengantar ke warung warung

Badung ,Sekilasmedia.com-Harga gas melon atau LPG 3 kg di wilayah Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali dikeluhkan warga. Selain sulit didapat, harga gas melon kini mencapai kisaran Rp 25.000 hingga Rp 30.000 per tabungnya.

Jelas harga tak wajar ini menuai pertanyaan besar, karena jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) yakni Rp 18.000 pet tabungnya.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Badung, Anak Agung Sagung Rosyawati mengatakan, untuk menghindari lonjakan harga LPG bersubsidi di lapangan, pembelian harus dilakukan di pangkalan sehingga tidak melampaui HET.

BACA JUGA :  Bupati Lamongan Gelar Open House di Pendopo Lokatantra

Demikian juga, mengantisipasi kelangkaan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kabag SDA serta Pertamina supaya tidak memberikan pengurangan pengiriman sesuai kebutuhan kouta harian.

“Yang jelas ada kebijakan baru dari Pertamina untuk LPG 3 Kg dan belinya harus langsung di pangkalan,” terangnya.

Karenanya pihak pangkalan tidak dibolehkan untuk membawa gas melon ke pengecer pengecer, guna menghindari adanya biaya transportasi yang bisa menaikan HET.

BACA JUGA :  Bupati Yani: Gresik Tujuan Investasi, Serukan Peningkatan Skill Mahasiswa di Ajang SNEKBIS 2025

“Untuk konsumen yang membeli gas bersubsidi di pangkalan harus menggunakan NIK (nomor induk kependudukan),” tambahnya.

Masih kata Rosyawati, hingga saat ini pihak Pertamina masih melakukan penelusuran di sejumlah SPBU atau pangkalan mana saja yang mengalami kekosongan, tentunya untuk mengalihkan kouta dan diarahkan pada kepangkalan yang membutuhkan.

“Awal Maret sampai 19 Maret 2024 sudah ada 84.600 tabung LPG 3 kg, dan taggal 19 Maret 4.925 tabung di Kuta Selatan, jadi tidak ada pengurangan pengiriman, kouta harian,” tutupnya. SN.