
Jombang,Sekilasmedia.com – Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Darurat Bencana Banjir dan Tanah Bergerak, di Kabupaten Jombang digelar di ruang rapat Swagata Jombang, Jawa Timur pada Selasa (12/03/2024) pagi.
Namora, Pj Bupati Jombang Sugiat, S.Sos, M.Psi.T. Tampak hadir juga Bupati Mojokerto dr. Ikfina Fahmawati, M.Si, Forkopimda Kabupaten Jombang, Sekretaris Daerah, Staf Ahli, Asisten, serta Kepala OPD terkait lingkup Pemkab Jombang.
Pada kesempatan tersebut Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat (DSDD) BNPB, Agus Riyanto, S.T., M.M. didampingi Tenaga Ahli BNPB Brigjen TNI H. Yan Namora menyerahkan bantuan Dana Siap Pakai sebesar Rp. 200.000.000,- sebagai Dukungan Penanganan Darurat Banjir dan Tanah Bergerak di Kabupaten Jombang Tahun 2024 kepada Pj Bupati Jombang Sugiat, serta memberikan bantuan Dana Siap Pakai Sebesar Rp. 200.000.000 sebagai Dukungan Penanganan Darurat Bencana Banjir di Kabupaten Mojokerto kepada Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati.
perhatian dan tindakan bersama, akibat terjadinya bencana gerakan tanah di Dukuh Sumberlamong, Dusun Jumok, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, yang merusak 12 rumah warga dan memaksa 11 kepala keluarga dengan 34 jiwa untuk mengungsi. Selain itu, retakan tanah sepanjang 100 meter di Dukuh Banturejo, Dusun Jumok, Desa Sambirejo, juga mengancam 42 rumah dengan 117 jiwa. Selanjutnya, di Desa Ngampungan, Kecamatan Bareng, telah terjadi longsor yang menyebabkan rusaknya 4 hektar perkebunan masyarakat.
“Tak hanya itu, wilayah Kabupaten Jombang juga dilanda banjir di beberapa titik, seperti Kecamatan Mojowarno, Kecamatan Mojoagung, Kecamatan Sumobito, kecamatan Jombang, Kecamatan Kesamben, dan Kecamatan Bandarkedungmulyo yang menggenangi pemukiman dan area persawahan”, papar Pj Bupati Jombang Sugiat
Disampaikan Sugiat Pj Bupati Jombang bahwa dalam menghadapi situasi ini, upaya teknis telah dilakukan untuk menangani bencana banjir. Percepatan pengaliran air dan pendirian dapur umum telah berhasil mencegah meluasnya banjir, sehingga kebutuhan hidup dasar masyarakat dapat segera terpenuhi.
Pemerintah Kabupaten Jombang secara berkesinambungan berupaya menangani bencana gerakan tanah dengan melakukan kaji cepat dampak, penetapan status kedaruratan, pengaktifan pos komando penanganan darurat bencana, dan dapur umum.
“Langkah-langkah ini diambil untuk memastikan bahwa pelayanan kepada masyarakat terdampak dapat terus berjalan dengan optimal”, tandasnya.
kajian lebih lanjut terkait kondisi tanah bergerak sebagai bahan untuk mengambil kebijakan. BNPB siap memberikan bantuan stimulan, jika opsinya relokasi.
“Kami sarankan tentu relokasi lebih baik, namun tidak mudah harus ada ketersediaan lahan. Kadang masyarakat tidak mau pindah jauh-jauh dan mereka punya lahan mandiri. Apabila lahan milik sendiri nanti mungkin atas usulan Pemerintah Daerah kami pun nanti bisa membantu untuk stimulan rumah. Skema kami stimulan bantuan rumah. Tapi kalau memang dari Kabupaten sudah ada anggarannya, kami siap seperti beberapa daerah lainnya. Stimulan Rumah itu bukan penggantian rumah seperti asuransi. Namun luasan dan besaran rumahnya sudah ditentukan. Itu ika memang opsinya relokasi”, pungkasnya.(Wo/adv)






