Surabaya,Sekilaamedia.com-Fraksi PKB DPRD Jawa Timur terus komitmen dalam memperjuangkan pemerataan pendidikan bagi semua anak, yakni education for all. Prinsip yang menjadi perjuangan F-PKB pendidikan semua golongan anak harus setara sama baiknya, mudah diterima, dan berkualitas.
Anggota Fraksi PKB DPRD Jatim, Hikmah Bafaqih menegaskan, fraksinya terus mendorong Pemprov Jatim agar tidak pandang pilih demi mewujudkan kesetaraan pendidikan terhadap murid sekolah, baik swasta, maupun negeri. Termasuk sekolah swasta yang berbasis pesantren.
“Education for all merupakan prinsip dari PKB, semua sekolah yang ada itu harus setara jangan timpang. Pemprov harus memberikan perhatiannya secara menyeluruh tidak hanya kepada sekolah negeri saja,” ujar Hikmah Bafaqih, Selasa 2 April 2024.
Wanita yang menjabat sebagai wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim itu menjelaskan, ketika semua lembaga pendidikan memiliki kualitas yang sama, baik negeri, maupun swasta. Maka, masyarakat tidak enggan untuk melanjutkan pendidikan putranya di lembaga pendidikan swasta.
“Sampai hari ini, jumlah lulusan dari SMP sederajat yang ada di Jatim baru ada sekitar 34% yang bisa diterima di SMA Negeri Sederajat, artinya 66% harus belajar di lembaga pendidikan swasta, ini kenapa kita tekankan kesetaraan kualitas antara negeri dan swasta,” bebernya.
Jika 66% tidak mendapatkan respon positif dari Pemprov untuk pengembangannya, seperti untuk kesejahteraan guru, maka pemerintah kurang memberikan aspek pemerataan dalam kualitas pendidikan. Mengingat swasta akan terus inferior di hadapan negeri.
Hikmah menyarankan Pemprov daripada membangun sekolah negeri baru untuk pemenuhan kebutuhan zonasi, lebih baik pemerintah lebih banyak peran dan kehadiran pada sekolah swasta.
“Mendirikan sekolah itu tidak sederhana, persiapannya kompleks, belum lagi jika kita bicara anggaran pembangunan sekolah, itu tidak sedikit. Baiknya adalah Pemprov bisa ikut berdayakan sekolah swasta,” pungkasnya.
Sekolah swasta dapat dirawat dengan baik oleh pemerintah. Begitu juga pemberian bantuan pendidikan atau kesejahteraan guru pengajarnya ditingkatkan.
“Indikator dari kualitas lembaga pendidikan adalah unsur research atau penelitian, harapannya jika Pemprov bisa ikut memperhatikan swasta maka negeri dan swasta ini bisa sama-sama bersaing, bersaing dalam ranah yang positif yaitu berkompetisi dalam konteks pengembangan ilmu pengetahuan yang fair,” pungkasnya.






