Daerah

Benjamin Minta Disbudpar Jatim Petakan Daerah Potensi Wisata Anggota DPRD Jawa Timur

×

Benjamin Minta Disbudpar Jatim Petakan Daerah Potensi Wisata Anggota DPRD Jawa Timur

Sebarkan artikel ini

Surabaya,sekilasmedia.com-Dr Benjamin Kristianto mendorong Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim memetakan daerah yang memiliki potensi wisata untuk dikembangkan dengan baik sehingga bisa mendongkrak perekonomian masyarakat. Angka pengangguran dan kemiskinan di Jatim secara tidak langsung bisa berkurang secara signifikan.
Benjamin mencontohkan kawasan nelayan di Desa Kalang Anyar, Sidoarjo. Pemkab Sidoarjo ikut membackup pemenuhan fasilitas yang memadai untuk destinasi wisata. Bahkan untuk lebih menarik wisatawan bisa berkolaborasi dengan seniman, musisi sehingga bisa lebih variatif dan menarik.
“Daerah di Sidoarjo yang memiliki potensi wisata dan olahraga rekreasi adalah di kawasan perkampungan nelayan di Desa Kalanganyar Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo,” kata dr. Benjamin usai melakukan mancing di kalanganyar sedati Sidoarjo, Rabu (24/7/2024)
Politisi asal Gerindra itu menilai awasan pemukiman yang masyarakatnya mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan, baik nelayan tangkap maupun nelayan budidaya itu lokasinya strategis karena berdekatan dengan bandara internasional Juanda.
“Sayangnya, daerah ini belum dieksplore dengan baik dan dikenalkan ke khalayak umum sehingga bisa menjadi alternatif pilihan masyarakat perkotaan, dari pada mencari wisata yang jauh jauh,” jelas Benjamin yang juga anggota Komisi E DPRD Jatim.
Benjamin optimis jika kawasan perkampungan nelayan Kalanganyar itu ditata lebih baik serta sarana dan prasaranya ditingkatkan terutama jalan akses, tentu akan semakin menarik wisatawan untuk berkunjung.
“Ada ratusan hektar tambak dan kolam pancing yang ikannya bisa dimasak dan di makan langsung di tempat hingga tempat pelelangan ikan, tentu itu suatu potensi hiburan yang luar biasa dan bisa mengangkat perekonomian masyarakat,” tegasnya.
Di sisi lain, masyarakat setempat juga bisa lebih diberdayakan dengan memberikan pelatihan dan pendampingan ekonomi kreatif mengolah hasil ikan menjadi makanan dan minuman yang memiliki nilai tambah bagi masyarakat sekitar.
“Hasil olahan makanan berbahan dasar ikan atau yang lainnya itu bisa menjadi oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung ke tempat tersebut sehingga perekonomian masyarakat meningkat dan hidupnya bisa lebih sejahtera,” pungkas dr Benjamin Kristianto.