Daerah

Proyek Tol Gilimanuk Mengwi Mandeg, Forum Perbekel Demo Ke Jalan

×

Proyek Tol Gilimanuk Mengwi Mandeg, Forum Perbekel Demo Ke Jalan

Sebarkan artikel ini
Forum perbekel terdampak tol Gilimanuk Mengwi pasang baliho di tunjukan kepada Presiden Jokowi dan Menteri PUPR

Tabanan,Sekilasmedia.com -Forum Perbekel (Kepala Desa) di Kabupaten Tabanan, yang terdampak Tol Gilimanuk Mengwi bakal menggelar aksi turun ke jalan dengan sekala besar, pada 8 Agustus 2024 mendatang.

Mereka bahkan akan memasang baliho ukuran jumbo dan mengirim surat kepada Presiden Jokowi serta Mentri PUPR. Hal itu menyusul karena proyek tol Gilimanuk Mengwi tak kunjung dikerjakan alias mandeg tanpa solusi.

Padahal pemerintah pusat dan Bali pada Maret 2022 lalu telah sepakat dan menetapkan lokasi pembangunan proyek tol Gilimanuk Mengwi tersebut, yang melintasi 7 kecamatan serta 23 desa di Tabanan.

Perbekel Antosari, I Nyoman Agus Suryawan, Minggu (4/8) mengatakan, sebelumnya pada 2023 aksi turun ke jalan pernah dilakukan, memasang baliho berlatar putih yang ditunjukkan langsung kepada Gubernur Bali, Wayan Koster. Hanya saja pemerintah tidak pernah memberikan kejelasan apakah proyek tol akan dikerjakan.

BACA JUGA :  Bareskrim Mabes Polri Gerebek Diskotik NS, 200 Ineks Ditemukan dan 43 Pengunjung Terjaring 

Sebab itu, forum perbekel terdampak tol Gilimanuk Mengwi bakal kembali melakukan aksi sama, mungkin akan lebih besar. Untuk lokasinya masih di tempat lama di Jalan Raya Antosari – Pupuan.

“Desa kami ikut terdampak, jadi wajar turun ke jalan kembali melakukan aksi menuntut kejelasan pembangunan proyek Tol Gilimanuk Mengwi ini,” ungkapnya.

Menurut Suryawan aksi nantinya menuntut janji Menteri PUPR yang sempat berjanji di media, bahwa pelaksanaan proyek tol dilakukan pada September 2024. Namun sampai Agustus belum juga ada tim dari pemerintah pusat yang turun untuk melakukan pembebasan lahan.

BACA JUGA :  RDP PHK Buruh Tanpa Perwakilan Perusahaan, DPRD Mojokerto Geram

“Kan janjinya September ini, tapi Agustus ini belum ada kejelasan. Lahan warga sudah terpasang patok tol sejak tahun 2022 lalu, kasihan kan warga,” kesalnya.

Perlu diketahui, proyek tol Gilimanuk Mengwi ini secara keseluruhan akan mencaplok lahan penduduk dan pemerintah seluas total 1.133,33 hektar, yang melintasi tiga Kabupaten di provinsi Bali.

Untuk Kabupaten Jembrana ada 4 kecamatan dan 24 desa akan tergerus lahannya dengan luas 684,75 hektare. Kemudian di Kabupaten Tabanan, melintasi 7 kecamatan, banyak desa 23, luas lahan yang terdampak 420,20 hektare. Selanjutnya Kabupaten Badung ada 1 kecamatan dan 1 desa, lahan terdampak seluas 9,18 hektare. SN.