Banyuwangi,Sekilasmedia.com – Tim Dosen Universitas PGRI Banyuwangi (UNIBA) berhasil mengimplementasikan teknologi inovatif Smart Hybrid Dryer pada kelompok petani kopi di Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi proses pengolahan kopi pascapanen, yang selama ini menjadi kendala utama bagi para petani di wilayah tersebut.
Kelurahan Gombengsari terkenal dengan produksi kopi robusta dan arabika yang telah menjadi sumber mata pencaharian utama bagi para petani. Namun, proses pengeringan tradisional yang memakan waktu relatif lama dan sering kali menghasilkan biji kopi berkualitas rendah menjadi tantangan tersendiri. Masalah cacat produk, seperti biji busuk, jamur, dan kerusakan oleh serangga, menyebabkan harga jual kopi menjadi rendah.
Dalam rangka mendukung peningkatan mutu kopi di Banyuwangi, tim dosen UNIBA yang terdiri dari Sdr Ikhwanul Qiram, Adi Mulyadi dan Ibu Sutami Dwi Lestari memperkenalkan teknologi Smart Hybrid Dryer, sebuah sistem pengering otomatis yang memanfaatkan energi surya dan dilengkapi dengan sistem kendali berbasis Internet of Things (IoT). Teknologi ini mampu mempercepat waktu pengeringan dan sekaligus menjaga kualitas biji kopi. Hasil uji lapangan menunjukkan laju pengeringan mencapai ±9,6 kj/kg dengan efisiensi waktu pengeringan meningkat sebesar 66,67%. Kondisi ini jauh lebih cepat dibandingkan dengan teknik konvensional yang membutuhkan waktu pengeringan ±15 hari.
“Kami berharap teknologi ini dapat membantu para petani meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi kerugian akibat cacat mutu produk. Dengan teknologi Smart Hybrid Dryer, kualitas biji kopi lebih terjamin dan harga jualnya pun dapat meningkat,” ungkap Dr. Ikhwanul Qiram, S.T., M.T., selaku ketua tim pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) UNIBA.
Disisi lain imbuhnya, pembuatan teknologi ini juga melibatkan mahasiswa dari program studi Teknik mesin dan mahasiswa Teknik Elektro. Hal ini bertujuan untuk melatih keterampilan dan juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar secara langsung pada industri yang relevan. Terlebih lagi UNIBA merupakan kampus penerima anugrah sebagai kampus terbaik nomor 2 di Jawa Timur dalam implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Selain penerapan teknologi, program ini juga dilengkapi dengan pelatihan dan pendampingan secara intensif kepada para petani tentang manajemen pascapanen yang lebih efektif. Para petani diajarkan bagaimana mengoperasikan alat pengering serta bagaimana menjaga kebersihan dan kualitas kopi selama proses pengolahan.
Ketua kelompok petani Kopi Gombengsari, Abdurrahman, menyambut baik inisiatif ini. “Kami sangat terbantu dengan adanya teknologi ini. Hasilnya jelas lebih baik, waktu pengeringan lebih cepat, dan kualitas kopi kami meningkat. Harapannya, harga jual kopi kami juga bisa naik di pasar,” ujarnya.
Dengan adanya kolaborasi antara akademisi dan masyarakat, diharapkan inovasi seperti ini dapat diterapkan secara luas di daerah-daerah lain, khususnya dalam sektor pertanian dan perkebunan, demi meningkatkan kesejahteraan para petani lokal. Selain itu, kegiatan ini menjadi Implementasi teknologi Smart Hybrid Dryer ini merupakan bagian dari upaya UNIBA untuk terus memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ekonomi lokal, khususnya di sektor pertanian, melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi terapan. (Miska)






