Daerah

Polda Bali Grebek Dugaan Prostitusi Sesama Jenis di Istana Pink Kerobokan

×

Polda Bali Grebek Dugaan Prostitusi Sesama Jenis di Istana Pink Kerobokan

Sebarkan artikel ini
Istana Pink Spa di Kerobokan Kabupaten Badung.

Denpasar,Sekilasmedia.com –Sebuah kompleks diduga jadi sarang praktik prostitusi sesama jenis dan biseksual di Jalan Mertasari, Kerobokan Kelod, Kabupaten Badung, digerebek anggota Ditreskrimum Polda Bali, pada Jumat (13/9).

Dalam penggerebekan kompleks yang dijuluki Istana Pink tersebut, petugas berhasil mengamankan manajer dan sejumlah karyawan, yaitu pekerja seks komersial (PSK) yang menyamar sebagai terapis.

Pengungkapan kasus ini merupakan bagian dari upaya Ditreskrimum Polda Bali, dalam menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai adanya kegiatan ilegal tawaran layanan prostitusi berkedok spa di tempat itu.

BACA JUGA :  PESAN MENPORA PADA PERINGATAN HARI SUMPAH PEMUDA

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Jansen Avitus Panjaitan saat dimana konfirmasi Minggu (15/9) enggan memberikan keterangan terkait pengungkapan kasus itu. Namun sumber lain di lingkungan Polda Bali menjelaskan, jika di kompleks yang digerebek memang kerap terjadi prostitusi sesama jenis.

“Informasinya kompleks itu memang melayani prostitusi sesama jenis dan biseksual. Beroperasinya dari pukul 11.00 hingga 23.00 Wita,” terang sumber polisi, Minggu (15/9).

Mengenai praktik prostitusi di tempat itu sejatinya sudah lama berlangsung. Umumnya pelanggan yang datang kebanyakan dari warga negara asing (WNA).

BACA JUGA :  Berkat Nurul Hayat, Dua Guru Qur'an Dapat Hadiah Rumah Baru dari Lazis PT PJB

Saat ini, Ditreskrimum Polda Bali lagi getol getolnya meng obok obok layanan prostitusi berkedok spa. Istana Pink itu memang banyak dihuni oleh sejumlah wanita berpakaian seksi dan pria kekar tapi berperilaku kemayu.

Sebelumnya, polisi juga mengungkap dugaan kasus prostitusi yang melibatkan warga Rusia di Flam Spa Kabupaten Badung. Saat digerebek polisi menemukan terapis dan pelanggan tengah asusila.

Tiga orang wanita yang menjalankan operasi itu diamankan, diantaranya marketing, resepsionis dan manajer. Adapun barang bukti yang disita, uang pembayaran jasa, laptop, handphone, mesin edc dan daftar list. SN.