Daerah

Bawa Senjata Tajam, Polisi tangkap 3 Gengster

×

Bawa Senjata Tajam, Polisi tangkap 3 Gengster

Sebarkan artikel ini

Mojokerto,Sekilasmedia.com-Polisi berhasil menggagalkan aksi tawuran diduga kelompok gengster di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Sebanyak tiga pelajar ditangkap dan sejumlah senjata tajam disita.

Kapolsek Puri, AKP Sugeng mengatakan, penangkapan tersebut merupakan hasil patroli Blue Light pada potensi gangguan keamanan dan ketertiban umum yang dapat memicu tawuran atau balap liar pada Rabu, (9/10/24) dini hari.

Patroli tersebut merupakan respon kepolisian jajaran Polres Mojokerto dari video viral aktivitas sekelompok remaja yang mengarah pada kerusuhan dengan senjata tajam.

Berdasarkan informasi tersebut, sekitar Pukul 01.00 WIB dini hari, tim Polsek Puri melakukan penyisiran di Jalan Raya Kintelan, dan menemukan sekelompok pemuda yang berkumpul di depan supermarket.

BACA JUGA :  Binrohtal Polres Gresik di Masjid Al Aziz, Memperkuat Iman dan Menjalin Silaturahmi

“Dengan cepat, anggota kita menghampiri kelompok tersebut dan melakukan penyisiran, yang berujung pada penangkapan dua remaja,” ujar Sugeng.

Penangkapan awal, polisi mengamankan dua remaja yakni R (18), pelajar kelas 2 SMK, asal Desa Sambilawang, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, dan MW (16), pelajar kelas 2 SMK, asal Desa Puri, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.

“Setelah dilakukan pengembangan, polisi berhasil mengamankan RWA (15) pelajar kelas 2 SMK, asal Desa Plososari, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto,” ungkap Sugeng.

Informasi masyarakat menyebut, para remaja tersebut tergabung dalam kelompok gengster berinisial AS. Mereka diduga hendak menciptakan aktivitas yang mengarah pada kerusuhan dengan membawa senjata tajam.

BACA JUGA :  Serah Terima Jabatan Wali Kota Probolinggo Periode 2019 - 2024

“Barang bukti yang kita amankan dari tangan mereka di antaranya 1 (satu) bilah pedang ukuran panjang sekitar 1 meter, 2 (dua) pedang mainan terbuat dari paralon dengan panjang sekitar 1,5 meter, dan total 4 (empat) buah HP,” terang Sugeng.

Sugeng menuturkan, penangkapan dilakukan dengan cara pendekatan yang humanis dan profesional, demi menjaga keamanan masyarakat. Pihaknya menegaskan, bahwa tindakan negatif tidak akan ditoleransi.

“Ketiga remaja tersebut saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkapkan lebih lanjut tentang kemungkinan keterlibatan dengan kasus lain,” tegas Sugeng. (Clara)