Mojokerto,Sekilasmedia.com-Sejumlah rangkaian kegiatan mulai dari jalan sehat, lomba kebersihan lingkungan, santunan anak yatim, hiburan pengundian doorprize hingga potong tumpeng digebyar di hari puncak ulang tahun RSUD dr. Wahidin Sudirohusodo kota Mojokerto yang ke 12, bertempat dihalaman RSUD dr. Wahidin Sudirohusodo Jalan Raya Surodinawan kota Mojokerto, di HUT yang ke 12 ini mengambil tema ” Melayani Dengan Hati Mendidik Untuk Masa Depan” dan peresmian poli paru, poli TB- SO maupun poli TB-RO, pada Sabtu ( 7/12/2024).
Dalam kegiatan ini dihadiri direktur RSUD dr. Wahidin Sudirohusodo yakni dr. Sulaiman Rosyid, M.MKes bersama jajaran, perwakilan dari Dinas kesehatan provinsi Jawa Timur yang diwakili Kepala bidang pencegahan dan penanggulangan penyakit drg.Sulvi Dwi Anggraini, Pj Walikota Mojokerto Mohammad Ali Kuncoro, Sekda kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo, Ketua PMI kota Mojokerto Ita Puspitasari, jajaran Forkopimda, bersama ratusan pegawai RSUD dr Wahidin Sudirohusodo dan UPT kesehatan se kota Mojokerto.
Untuk diketahui, Serangkaian kegiatan diawali dengan jalan sehat, dengan rute yang dilalui, dari halaman RSUD dr Wahidin Sudirohusodo menuju Jalan Suromulang- Surodinawan dan kembali lagi menuju halaman RSUD dr Wahidin Sudirohusodo, kedatangan peserta jalan sehat langsung disambut hiburan dan bagi- bagi doorprize.
Serangkaian kegiatan dilanjutkan dengan berbagi pada anak yatim, merupakan bentuk kepedulian sosial RSUD dr Wahidin Sudirohusodo kepada kaum lemah, secara seremonial santunan ini diberikan langsung oleh orang nomor satu di kota Mojokerto yakni Pj Walikota Mojokerto Moh Ali Kuncoro.
Pj Walikota Mojokerto Moh Ali Kuncoro yang akrab disapa mas Pj menyampaikan, dalam pelayanan kesehatan kita tidak boleh lemah dan perlu adab atau etika, seperti tema HUT kali ini, Melayani Dengan Hati Mendidik Untuk Masa Depan, ini perlu dan harus kita terapkan dalam pelayanan,” pinta Mas Pj.
Selain itu, lanjutnya,
RSUD itu tidak boleh sederhana, tetapi harus banyak inovasi, seperti halnya kali ini rumah sakit yang sudah berusia 12 tahun, selalu banyak inovasi untuk mengembangkan pelayanan pada masyarakat.
” Penuh semangat RSUD dr Wahidin Sudirohusodo akan membuka Poli baru yakni poli paru, poli TB- SO dan Poli TB RO” ujarnya.
Masih kata Mas Pj, tak bisa kita pungkiri persoalan TBC Indonesia ini masih masuk rangking ke 2 setelah India, tingkat kematian akibat TB masih tinggi. Bahkan akibat dari sakit TB bisa menjalar pada organ yang lain seperti ginjal,” tandasnya.
Ditempat yang sama, Kepala bidang pencegahan dan penanggulangan penyakit drg.Sulvi Dwi Anggraini menyampaikan bahwa kita tidak bisa lepas dalam kasus TB, namun untuk kota Mojokerto ini, dalam penanggulangan kasus TB tergolong baik, dan hanya ada 10 orang yang menderita TB.
” Dan poli TB- SO maupun TB-RO yang bakal diresmikan hari ini, kota Mojokerto masuk urutan yang ke 36, poli ini wajib ada sebab sudah menjadi program pemerintah pusat.
Sementara Direktur RSUD dr Wahidin Sudirohusodo dr. Sulaiman Rosyid, M.MKes menyampaikan bahwa hari ini merupakan puncak kegiatan dalam rangka memperingati HUT RSUD dr Wahidin Sudirohusodo kota Mojokerto yang ke 12, tepatnya peringatan ini adalah tanggal 29 November 2024.
Lebih lanjut disampaikan, dalam puncak peringatan ini bersamaan dengan peresmian poli paru, poli TB- SO dan Poli TB- RO. Lebih jelasnya pelayanan poli TB- SO adalah untuk pasien yang sensitif dengan obat dan biasanya mudah untuk ditangani dan disembuhkan, sedangkan TB-RO adalah pasien resistensi obat, biasanya pasien ini melakukan pengobatan yang tidak sesuai dengan petunjuk dokter, sehingga penanganannya lebih sulit.
“Namun TB-RO saat ini merupakan program pemerintah skala prioritas yang harus ditangani, sehingga bersamaan dengan HUT RSUD ini, poli TB- SO maupun TB-RO sudah ada di rumah sakit ini.
Kritik dan saran selalu kami terima guna memberikan pelayanan yang lebih baik, apalagi poli TB- SO maupun TB-RO ini sudah ada, dan bisa menjadikan rujukan dari Rumah sakit lain.
Untuk diketahui dalam memperingati puncak kegiatan HUT RSUD dr Wahidin Sudirohusodo ini, juga ditandai prosesi potong tumpeng, pemotongan tumpeng dilakukan oleh Mas Pj dan diberikan kepada Direktur RSUD dr Wahidin Sudirohusodo dr. Sulaiman Rosyid.(Wo/ADV)






