Daerah

Aksi Petani Ikan di Malang: “Kami Sudah Miskin, Jangan Dimiskinkan Lagi”

×

Aksi Petani Ikan di Malang: “Kami Sudah Miskin, Jangan Dimiskinkan Lagi”

Sebarkan artikel ini
Petani ikan keramba jaring apung dari Sumberpucung, Kalipare, dan Pagak saat menggelar aksi di depan kantor DPRD Kabupaten Malang (foto doc S Basuki).

Malang, sekilasmedia.com – Ratusan petani ikan keramba jaring apung (KJA) dari Sumberpucung, Kalipare, dan Pagak menggelar aksi di depan kantor DPRD Kabupaten Malang pada Rabu (12/2). Mereka menolak rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) oleh PLN Nusantara Power jika proyek tersebut menggusur lokasi budidaya mereka di Bendungan Karangkates.

Para petani mengaku tidak menolak pembangunan PLTS, tetapi berharap proyek tersebut bisa dialihkan ke lokasi lain yang tidak mengganggu mata pencaharian mereka.

BACA JUGA :  Gandeng Polresta Malang Kota, PWI Malang Raya gelar Uji Kompetensi Wartawan

“Kita ini cuma petani kecil, cuma cari makan. Kita sudah miskin, tapi jangan dimiskinkan lagi,” ujar Budi (35), salah satu petani KJA asal Sumberpucung.

Menurut Budi, usaha budidaya ikan nila di Karangkates sudah menjadi tumpuan hidup bagi banyak petani. Dengan luas lahan sekitar 5.000 meter persegi, ia mampu menghasilkan 1,5 hingga 2 ton ikan nila per panen, yang berlangsung setiap 4–6 bulan. Namun, pendapatan tersebut masih harus dipotong dengan biaya bibit dan pakan yang cukup tinggi.

Para petani menyoroti bahwa usaha mereka sejalan dengan program ketahanan pangan nasional. Mereka berharap pemerintah tidak hanya fokus pada energi terbarukan, tetapi juga mempertimbangkan keberlangsungan ekonomi masyarakat kecil yang bergantung pada bendungan tersebut.

BACA JUGA :  KPU Sumenep, Menggelar Rapat Pleno Terbuka Pengundian dan Penetapan Nomor Urut Calon Bupati dan Wakil Bupati Pilkada Serentak 2024

“Kami tidak meminta macam-macam, hanya butuh lahan untuk tetap berusaha. Jangan sampai kebijakan ini membuat kami kehilangan mata pencaharian,” tegas Budi.

Hingga saat ini, para petani masih menunggu respons dari pemerintah dan PLN Nusantara Power terkait nasib mereka. Mereka berharap dari DPRD Kabupaten Malang ada solusi yang adil tanpa mengorbankan sumber penghidupan masyarakat sekitar.

Penulis : S Basuki

editor: Kaylla