Peristiwa

Cuaca Ekstrem Sebabkan Kerusakan Hunian dan Pohon Tubang Di Wilayah Denpasar

×

Cuaca Ekstrem Sebabkan Kerusakan Hunian dan Pohon Tubang Di Wilayah Denpasar

Sebarkan artikel ini
Sebuah gudang di kawasan Ubung diterjang hujan deras dan anging kencang. (Foto: Soni)

Denpasar ,Sekilasmedia.com-Hujan deras disertai angin kencang bibit siklon yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia, khususnya Bali, dan salah satunya adalah Kota Denpasar menyebabkan kerusakan hunian dan pohon tumbang sangat parah.

Kalaksana BPBD Kota Denpasar Ida Bagus Joni Arimbawa, Senin (10/2) mengatakan, hujan yang disertai angin kencang masih melanda Denpasar hingga saat ini.

Bahkan, dari Minggu kemarin cuaca ekstrem ini telah menyebabkan banyak pohon tubang yang hampir terjadi di beberapa titik. Diantaranya di Jalan Raya Sesetan, Jalan Denpasar Selatan, Jalan Antasura, Denpasar Utara.

Selain itu pohon tumbang juga terjadi di Jalan Ratna, Jalan Sekar Tunjung, Jalan Pangus, Jalan Moh Yamin, Jalan Sedap Malam, Jalan Badak Agung, Jalan Kresek, Jalan Tukad Buaji dan Jalan Bypass Ngurah Rai, di Kota Denpasar.

BACA JUGA :  Pelantikan Perangkat Desa Nanggungan Kayen kidul Kediri diwarnai aksi unjuk rasa.

“Intensitas hujan tidak terlalu tinggi, angin kencang membuat banyak pohon perindang tumbang,” ujarnya.

Kerusakan atap dan tembok rumah roboh juga terjadi, seperti di sebelah Bale Banjar Kedaton, Jalan Noja Kesiman, Denpasar Timur. Genteng genteng rumah warga juga berterbangan di akibat angin kencang di Jalan Juet Sari, Kelurahan Pamogan.

“Kami menghimbau masyarakat untuk hati hati dan waspada serta menunda berpergian jika tidak mendesak,” ungkapnya.

Tim BPBD Kota Denpasar, DLHK dan aparat Desa/Kelurahan masih melaksanakan penanganan secara sigap. Hal ini karena pohon tumbang terjadi hampir bersamaan di Kota Denpasar.

BACA JUGA :  GL Kontra Vario, Begini Kronologi Laka Lantas di Kandat Kediri

Hingga berita ini diterbitkan tidak ada informasi didapat terkait korban jiwa dalam peristiwa pohon tumbang dan kerusakan rumah tersebut.

Berdasarkan data informasi yang diperoleh dari BBMKG Wilayah III, bibit siklon tropis 96S memicu angin kencang hingga 54 kilometer per jam atau 29 knot dengan gelombang tinggi di perairan selatan Bali hingga 3,5 meter, diperkirakan pada 9-11 Februari 2025.

Angin tertiup dari arah barat baya, barat laut. Dan cuaca ekstrem lain, seperti cuaca berawan berpotensi hujan intensitas ringan sedang masih akan terjadi di sebagian wilayah Bali.

Penulis : Soni

Editor: Kaylla