Kuliner

Jelang Megengan, Pesanan Apem Lina Melonjak Dua Kali Lipat

×

Jelang Megengan, Pesanan Apem Lina Melonjak Dua Kali Lipat

Sebarkan artikel ini
Potret proses pembuatan apem nangka jelang megengan oleh lina warga sumbergayam, puri, mojokerto. ( foto: Yusril).

Mojokerto,Sekilasmedia.com-Mendekati datangnya bulan suci ramadhan, disebagian pulau jawa seperti jawa timur masih menggelar tradisi yang kental dengan warisan leluhur yaitu tradisi megengan. Tradisi ini membawa dampak yang signifikan kepada para pedagang kue terkhusus kue apem dimana apem adalalah makanan yang ikonik dikala megengan. Salah satu pembuat kue bernama Lina warga dusun sumberayam, Desa Kenanten, puri, Mojokerto mengaku kebanjiran orderan hingga 2 kali lipat dari produksi dihari biasa.

Lina bukan hanya memproduksi apem saja dihari biasa ia juga memproduksi jajanan tradisional seperti kue lapis, klepon, apem dan banyak kue lainyya. Akan tetapi pada musim megengan ini terjadi peningkatan pesanan terdaoat pada olahan kue apem.

“Kue apem nangka ini memang sudah menjadi tradisi suguhan ketika digelarnya megengan, kue apem diper aya sebagai bentuk syukur dan permohonan maaf sebelum memasuki bulan ramadhan dan masyarakat juga meyakini kalau menghidangkan kue apem dimana hal ini melambangkan bentuk harapan pada kehidupan yang bersih dan berkah,” ujar lina.

BACA JUGA :  Nasi Pecel Suyahdi Jadi Jujugan Para pembeli, di Pasar Minggu Sumbergayam

“Untuk lonjakan cukup signifikan dimana saya pada hari biasa mampu membuat 100 biji saja namun ketika mendekati megengan ini pesanan apem bisa mencapai 200 sampai 300 biji,” tambah lina.

Lina mengaku kalau pesanan ramai berasal dari para tetangga, pengurus masjid, ibu” pengajian dan lainya, dimana harga 1 apem milik lina dibandrol dengan harga Rp. 2.000 sampai 2.500 perbiji dengan 2 varian yaitu original dan pandan.

“Untuk orang mesan itu ada 2 tipe ada yang pesan 1 paket atau hanya pesan beberap biji saja,” ujar lina.

Meski lonjakan pesanan semakin meninkat lina mengaku kalau ia tetap menjaga konsistensi kualitas dan rasa, ia juga menambahkan bahwa bahan yang digunakan dalam produksinya merupakan bahan alami tanpa adanya pengawet sehingga menimbulkan rasa yang manis dan legi sehingga para pelanggan juga enak dalam menikmatinya.

BACA JUGA :  Olahan Aci Dari Muhammad Aji Mampu Memikat Pembeli

“Saya merasa senang dan alhamdulillah kslau pesanan semakin banyak meskipun badan agak capek akan tetapi hal itu menjadi kebanggaan saya kalau apem nangka buatan saya digemari oleh para pembeli,” pungkas lina.

Dengan adanya tradisi Megengan, para pelaku usaha kue tradisional seperti Lina merasakan berkah tersendiri. Lonjakan pesanan yang terjadi setiap tahun menjelang Ramadan tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian kuliner khas warisan leluhur.

Meski harus bekerja lebih keras, Lina tetap bersyukur dan berkomitmen untuk menjaga cita rasa serta kualitas kue apem buatannya. Tradisi ini menjadi pengingat bahwa menyambut bulan suci Ramadan bukan hanya soal ibadah, tetapi juga tentang berbagi kebahagiaan melalui makanan khas yang penuh makna.

Penulis : Yusri

Editor: Kaylla