Mojokerto,Sekilasmedia.com-Hari minggu semua aktivitas dirasa begitu santai, dan juga orang membutuhkan yang namanya tempat berlibur atau hanya sekedar melepas penat. CFD( car free day ) atau pasar minggu ceria mungkin dipilih sebagian orang untuk menikmati hari minggu tersebut dengan berjalan jalan seperti pasar minggu yang berada di sumbergayam, Kenanten, Puri, Mojokerto yang buka dari jam 04.00 hingga jam 11.30.
Namun dibalik pasar minggu tersebut dari sebagian orang tempat itu digunakan untuk mencari uang untuk memenuhi kebutuhan. Seperti pasangan suami istri( PASUTRI ) suyahdi dan hariyati salah satu pedagang UMKM yang masih menjadi tempat jujugan para pembeli.
Lapak UMKM satu ini masih menjadi tempat atau tujuan beberapa orang untuk berkunjung dan membeli. Jualan yang disediakan ada lapak nasi seperti nasi pecel, nasi kuning, dan nasi rames. Pasutri tersebut mengakui kalau jualan yang diperjualkan masih ramai dikunjungi pembeli.
Suyahdi menjelaskan, dari awal buka pereng/CFD ini kurang lebih 15 tahun saya masih berada disini dan juga alhamdulillah masih banyak yang beli,
” saya dan 3 pedagang yang sekampung adalah pedagang pertama dan menjadi cikal bakal bukanya CFD ini, lambut laun para pedagang semakin banyak dan sepadat ini,” tambahnya.
Aneka nasi dari UMKN ini di sertai lauk pauk yang beragam, seperti ayam bakar,ayam kentucky, telor ceplok, telur bali, dan beberapa olahan sate seperti usus, ampela, telur puyuh, rempah dan juga menu sate yang yang paling terkenal dari UMKM ini adalah sate manisnya.
Bukan hanya itu, berbagai macam botok dan pepes seperti pepes pindang dan pencit klotok, serta botok ikan patin, bandeng, ampela ati, dan botok dari jantung pisang(ontong) serta botok daun simbukan yang menjadi langganan para pembeli.
” biasanya orang” itu banyak yang beli nasi pecel dan juga sate manis serta botok simbukan,” Terangnya.
Harga seporsi nasi dibandrol dengan harga 7.000 sebagai menu normal tanpa disertai lauk, untuk lauknya dibandrol dari harga 1.000 sampai 6.000 perbiji. Dengan harga yang begitu murah UMKM ini masih menjadi tujuan pembeli.
Asri(35) mengatakan, hampir setiap minggu saya kesini untuk membeli, karena harganya murah dan rasanya juga cocok dilidah saya, apalagi rasa bumbu pecelnya yang membedakan dengan penjual pecel lainnya.
Abidah(40) mengatakan, untuk rasa nya itu pas pedas asinnya juga sesuai dengan saya, bahkan hampir tiap minggu menjadi tempat langganan saya.
” yang paling sering saya beli itu nasi pecel dengan tambahan sate manisnya, dan juga botoknya biasanya buat untuk nanti,” tambahnya.
Dengan antusiasme pembeli yang terus berdatangan, Pasutri Suyahdi dan Hariyati merasa bersyukur atas dukungan pelanggan setia mereka. Kehadiran pasar minggu Sumbergayam tidak hanya menjadi ruang rekreasi bagi masyarakat, tetapi juga memberi napas ekonomi bagi pelaku UMKM seperti mereka. ” saya harap saya bisa memberikan pelayanan yang semaksimal mungkin untuk kedepanya dan juga menciptakan hidangan yang terbaik,” pungkas suyahdi.
Penulis: Yusril
Editor: Kayla