Daerah

Saresehan Interaktif “Membangun Indonesia dari Titik 50” Digelar di Kabupaten Malang

×

Saresehan Interaktif “Membangun Indonesia dari Titik 50” Digelar di Kabupaten Malang

Sebarkan artikel ini
Sesi foto bersama peserta Saresehan Interaktif dan Dialog bertajuk "Membangun Indonesia dari Titik 50” di Pendopo Kabupaten Malang (foto doc S Basuki).

Malang, sekilasmedia.com– Pendopo Kabupaten Malang di Kepanjen menjadi saksi digelarnya Saresehan Interaktif dan Dialog bertajuk “Membangun Indonesia dari Titik 50”. Acara yang diinisiasi oleh Amartya Bhumi Kepanjen ini menghadirkan berbagai tokoh penting untuk membahas efisiensi anggaran dan dampaknya terhadap pembangunan daerah. Kamis (27/2).

Hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Nurman Ramdansyah, yang mewakili Bupati Malang, Sanusi. Selain itu, diskusi ini juga menghadirkan Narasumber dalam kegiatan tersebut , yaitu Kepala Bappeda Kabupaten Malang, Ir Tomie Hermawanto, Anggota DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas MM, dan Ketua Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) Dwi Indrotito Cahyono SH .

Ketua Panitia Penyelenggara, Choirul Amin, yang juga merupakan jurnalis salah satu media nasional, menjelaskan bahwa forum ini lahir dari keresahan dan tanda tanya masyarakat terhadap kebijakan efisiensi anggaran hingga 50 persen.

BACA JUGA :  I Gede Putra Udiyana Pelukis Sudah Go Internasional, Tapi Peduli Junior & Unity In Diversity

“Banyak yang masih bertanya-tanya, apa itu Titik 50? Kalau Titik 0 sudah banyak yang paham, tapi Titik 50 ini merujuk pada kebijakan efisiensi anggaran yang sedang ramai dibahas. Kami ingin membahasnya secara terbuka bersama para pemangku kebijakan,” ujar Amin.

Lebih lanjut, Amin menegaskan bahwa acara ini tidak memiliki afiliasi politik tertentu. “Ini bukan acara politik, tidak ada kepentingan politik di dalamnya. Murni sebagai forum diskusi dan konsultasi publik agar tidak ada lagi kecurigaan atau kesalahpahaman terkait kebijakan efisiensi ini,” tambahnya.

Sementara Sekda Kabupaten Malang, Nurman Ramdansyah, menekankan bahwa kebijakan efisiensi anggaran bukan sekadar pengurangan dana, tetapi juga tentang bagaimana anggaran yang ada bisa dimanfaatkan lebih efektif. “Kita tidak ingin ini hanya menjadi wacana, tapi bisa terdokumentasikan sebagai konsep pemikiran yang bermanfaat bagi pembangunan daerah,” kata Nurman.

BACA JUGA :  Sukseskan Program BMW, Bupati Winarti Santuni Anak yatim Di Kecamatan Banjar Agung

Nurman berharap diskusi ini tidak hanya berhenti di sini. Terlebih agar kedepannya merancang agar forum serupa bisa digelar dengan skala lebih besar, melibatkan akademisi dan praktisi dari berbagai bidang. “Kami ingin agar pembahasan ini lebih luas, melibatkan lebih banyak pihak, termasuk dari kalangan kampus dan akademisi,” pungkas Nurman.

Dengan diskusi yang terbuka dan konstruktif, diharapkan kebijakan efisiensi anggaran dapat diterapkan dengan cara yang tidak merugikan pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Penulis : S Basuki

Editor: Kaylla