Sosial

Berbagi Kebahagian, Lapas Mojokerto Bagikan Ribuan Parsel dan Ajak Makan Ketupat Lebaran Bareng Tahanan dan Narapidana

×

Berbagi Kebahagian, Lapas Mojokerto Bagikan Ribuan Parsel dan Ajak Makan Ketupat Lebaran Bareng Tahanan dan Narapidana

Sebarkan artikel ini
Kepala Lapas Mojokerto, Rudi Kristiawan Bagikan Bingkisan Parcel ke Narapidana. (foto : doc Lapas Mojokerto)

Mojokerto,Sekilasmedia.com-Sebanyak 1029 terdiri dari tahanan dan narapidana yang berada dikelas II B Lapas Mojokerto, menjalan sholat Ied di Masjid At-taubah yang berada didalam lokasi tahanan dengan mendatangkan Khotib dari Kemenag kota Mojokerto H.Decha.

Dalam kesempatan idul Fitri 1446 H kali merupakan momen yang sangat spesial, pasalnya ribuan penghuni lapas ini, setelah sholat Ied dengan berjamaah, dilanjutkan dengan kegiatan bagi- bagi snack kue ringan, dilanjut makan ketupat lebaran dan berbagi parsel ke sejumlah ribuan penghuni lapas.

BACA JUGA :  Polresta Malang Kota dan Mahasiswa Bersinergi: Bersihkan Masjid, Bagikan Mushaf Al-Qur’an dan Sembako

Ditengah- tengah para tahanan dan narapidana, Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto Rudi Kristiawan berpesan, agar di momen lebaran ini kita bisa lebih baik dari sebelumnya, para tahanan maupun narapidana di idul Fitri ini mari saling bermaafan, merupah diri untuk lebih baik, serta tidak akan mengulang perbuatan yang sama, apalagi membuat persoalan baru dalam penjarah,” pinta Kalapas Mojokerto.

Dimomen lebaran ini, Lapas Mojokerto juga telah memberikan remisi khusus sejumlah 439 bagi narapidana yang sudah 6 bulan menjalani hukuman dan sudah inkrah serta berkelakuan baik saat di berada di Lapas Mojokerto,” terang Rudi.

BACA JUGA :  Dukungan Untuk Sumatera dan Aceh, Satlantas Polres Mojokerto Kota Kirim Bantuan Kemanusiaan

Tak hanya itu, dalam momen idul Fitri ini, bagi keluarga yang mengunjungi penghuni lapas bersama keluarga per hari dibatasi hingga 35 orang, atau ada 3 orang 1 pendaftar 2 pengikut.

” Namun semua apa yang dibawa, petugas lapas tetap melakukan penggeledahan yang lebih ketat, guna mengantisipasi hal- hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Penulis: Wibowo

editor: kaylla