Purwakarta, Sekilasmedia.com. – Larangan Wakil Bupati Purwakarta Abang Ijo kepada wartawan yang mau bersiraturahmi perlu dipertanyakan motifnya.
Hal ini disampaikan Pengamat Kebijakan Publik Purwakarta Agus Yasin menanggapi berita sebelumnya tentang larangan wartawan yang bersiraturahmi saat lebaran.
Menurutnya, ini bisa dianggap sebagai tindakan yang tidak menghormati nilai nilai sosial dan budaya yang di junjung tinggi di Indonesia.
Ia menambahkan, Silatturahmi adalah bagian dari budaya dan etika sosial yang di junjung tinggi di indonesia, termasuk antara pejabat dan wartawan.
“Kalau ada larangan seperti itu patut dipertanyakan motipnya, ” katanya seraya menyebutkan apakah pejabat tersebut ingin menunjukkan keangkuhannya atau ada alasan lain yang kurang dapat diterima secara etis.
Perlu diingat, lanjut Agus bahwa Idul Fitri adalah momentum yang bermakna untuk memperbaiki dan mempererat silaturahmi,dan ajang refleksi diri serta mempererat silaturahmi dengan kalangan masyarakat.
Jadi, katanya tidaklah pantas jika sudah memiliki kekuasaan ada sekat terhadao masyarakat. Termasuk pikiran karena kaitan dengan Pilkada, dengan memilah milah soal dukungan politik.
Ia menegaskannya, jangan sekali kali hal itu menjadI alasan kuat, karena sudah menjabat tidak ada lagi pikiran kerdil..
“Semua orang adalah masyarakatnya, dan semua terlibat untuk mengantarkan keberhasilan dengan terciptanya kompotitor, ” tambahnya.
penulis: Ade Irma
Editor: Kaylla