Olahraga

Api Porprov IX Jatim 2025 Tiba di Balai Kota Malang, Simbol Semangat Persatuan Jelang Pembukaan

×

Api Porprov IX Jatim 2025 Tiba di Balai Kota Malang, Simbol Semangat Persatuan Jelang Pembukaan

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang menyalakan mini cauldron di halaman Balai Kota sebagai simbol dimulainya rangkaian akhir Porprov IX (foto istimewa).

Malang, sekilasmedia.com — Obor Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025 resmi tiba di Balai Kota Malang pada Jumat malam (27/6). Setelah dikirab mengelilingi lima kecamatan, api yang bersumber dari situs legendaris Api Tak Kunjung Padam di Pamekasan itu menjadi penanda kesiapan Kota Malang sebagai tuan rumah ajang olahraga terbesar di Jatim.

Kedatangan api porprov disambut langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang menyalakan mini cauldron di halaman Balai Kota sebagai simbol dimulainya rangkaian akhir Porprov IX. Prosesi kirab dilakukan oleh sepuluh atlet berprestasi Kota Malang, dengan atlet senior Onny Candra Shofi yang membawa api ke garis akhir sebelum menyerahkannya ke Wali Kota.

BACA JUGA :  Sukses Tahan Imbang Borneo FC di Leg 2, Arema FC Raih Gelar Juara Piala Presiden 2022

“Api ini adalah lambang semangat yang tak pernah padam untuk bersatu mewujudkan Porprov IX Jatim. Sebuah kehormatan besar bagi Kota Malang dipercaya sebagai tuan rumah,” ujar Wahyu dalam sambutannya.

Sebelumnya, kirab api porprov telah menyusuri lima kecamatan dan disambut meriah masyarakat dengan pertunjukan seni dan budaya lokal. Antusiasme warga dinilai memperkuat semangat kebersamaan dan rasa bangga terhadap daerah.

BACA JUGA :  9 Tahun Bergabung di Persik Kediri, Yusuf Bek Kiri kini Dipinjamkan Dilaga Lanjutan Putaran Dua BRI Super League

Wali Kota juga menegaskan bahwa Porprov bukan sekadar ajang olahraga, tetapi momentum kolektif bagi masyarakat Jawa Timur. Ia mengajak seluruh warga Malang untuk ikut ambil bagian dalam menyukseskan gelaran ini, dengan menargetkan empat sukses: penyelenggaraan, prestasi, pemberdayaan ekonomi, dan sukses administrasi.

“Porprov adalah milik seluruh masyarakat Jawa Timur, bukan hanya milik atlet atau pemerintah. Ini momentum yang menyatukan elemen masyarakat dan menumbuhkan rasa cinta daerah,” tutupnya.

Penulis : S Basuki