Malang, sekilasmedia.com – Sebanyak 1.142 atlet kontingen Kota Malang resmi dilepas oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, untuk berlaga dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur yang akan digelar di Malang Raya pada 28 Juni hingga 5 Juli 2025. Pelepasan ditandai dengan penyematan topi secara simbolis kepada perwakilan atlet di halaman Balai Kota Malang, Rabu (18/6/2025).
Dalam arahannya, Wahyu Hidayat menyampaikan optimisme tinggi terhadap peluang Kota Malang meraih prestasi. Ia menargetkan kontingennya mampu membawa pulang sedikitnya 162 medali emas, bahkan tidak menutup kemungkinan untuk melampaui target tersebut.
“Kita memiliki potensi luar biasa dengan 1.142 atlet yang akan berlaga. Saya harap bukan hanya medali yang didapat, tetapi juga terbentuk karakter atlet yang tangguh, sportif, dan bermental juara,” ujar Wahyu.
Sebagai tuan rumah Porprov IX, Wali Kota juga menekankan pentingnya menjaga sportivitas. Ia menginstruksikan seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Malang untuk turut memberikan dukungan langsung di arena pertandingan sebagai bentuk motivasi bagi para atlet.
“Dengan semangat kebersamaan, kita berharap bisa mewujudkan empat sukses sekaligus: sukses sebagai tuan rumah, sukses prestasi, sukses pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan sukses administrasi,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, menyampaikan bahwa total kontingen Kota Malang berjumlah 1.375 orang, terdiri dari atlet, pelatih, dan ofisial yang akan berlaga di 58 cabang olahraga. Menurutnya, seluruh persiapan telah dilakukan secara optimal, termasuk kesiapan venue pertandingan.
“Seluruh tahapan berjalan dengan lancar berkat dukungan penuh dari Wali Kota, Wakil Wali Kota, Ketua DPRD, dan seluruh elemen Pemkot Malang. Semua venue pertandingan telah siap seratus persen,” ungkap Baihaqi.
Keterlibatan Kota Malang sebagai peserta sekaligus tuan rumah diharapkan tidak hanya menjadi momentum pembinaan olahraga daerah, tetapi juga mampu mendorong sektor ekonomi serta mempererat solidaritas antardaerah di Jawa Timur.






