Daerah

Astri Novita Sari Dorong Solusi Pengangguran dan Kemandirian Ekonomi Lewat Reses di Dapil VI

×

Astri Novita Sari Dorong Solusi Pengangguran dan Kemandirian Ekonomi Lewat Reses di Dapil VI

Sebarkan artikel ini
Kegiatan Reses Desa Cianting Utara, Astri Novita Sari fraksi Nasdem (foto ; Ade Irma/sekilasmedia.com)

Purwakarta, Sekilasmedia.com – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Purwakarta dari Fraksi NasDem, Astri Novita Sari, melaksanakan kegiatan reses di tiga titik wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) VI, yaitu Desa Sukamaju, Desa Cibodas, dan Desa Cianting Utara.

Kegiatan tersebut digelar untuk menjaring aspirasi masyarakat sekaligus menyampaikan capaian kinerja DPRD selama tahun 2024–2025. Wawancara langsung dengan Astri dilakukan usai pelaksanaan reses di Desa Cianting Utara pada Selasa, (15/7/2025).

Selain menyerap aspirasi, Astri menegaskan pentingnya masyarakat mengetahui hasil kerja dan fungsi DPRD secara langsung.

“Selain menyerap aspirasi masyarakat, kita juga menyampaikan apa saja yang sudah dikerjakan oleh DPRD. Supaya masyarakat tahu, DPRD itu tugas dan hasil kerjanya apa,” ujarnya.

Beberapa capaian kinerja yang disampaikan antara lain pengesahan sejumlah peraturan daerah (perda) di bidang pendidikan, kesehatan, dan perlindungan perempuan dan anak. Termasuk di dalamnya dukungan anggaran untuk peningkatan layanan dasar, serta peran pengawasan DPRD terhadap program-program pembangunan yang tengah berjalan.

BACA JUGA :  Polres Gresik Salurkan Bantuan Bencana Banjir di Jawa Tengah

Aspirasi yang paling banyak disampaikan masyarakat berkaitan dengan kebutuhan infrastruktur, pendidikan, dan ketenagakerjaan. Seluruh masukan itu, menurut Astri, akan dijadikan bahan usulan program pembangunan untuk tahun anggaran 2026.

“Kalau berkaitan dengan infrastruktur, kita catat. Kita input juga nanti untuk menjadi bahan hajuan di 2026, baik infrastruktur pendidikan, jalan lingkungan, maupun jalan besar,” jelasnya.

Ia juga menyoroti persoalan pengangguran yang masih tinggi di Purwakarta. Astri menyebut ketimpangan antara jumlah lulusan SMA/SMK dengan lapangan kerja menjadi tantangan tersendiri yang perlu dicarikan solusi bersama.

“Kita tidak bisa memungkiri dan tidak bisa menyelak bahwa jumlah lulusan — baik negeri maupun swasta — sangat besar. Tapi peluang kerja yang tersedia tidak sebanding. Karena itu, masyarakat jangan hanya terpaku ingin kerja di pabrik saja,” katanya.

BACA JUGA :  Srikandi Satlantas Polres Gresik Gelar Patroli dan Berbagi Makanan di Masjid Baitus Salam

Sebagai alternatif, Astri mendorong masyarakat usia produktif untuk lebih kreatif dan mandiri melalui pengembangan UMKM serta program Wirausaha Baru (WUB). Ia juga meminta pemerintah daerah hadir secara aktif mendukung semangat kemandirian masyarakat.

“Kalau peluang kerja di industri sudah terbatas, bukan berarti tidak bisa berkarya. Masih banyak cara lain untuk tetap produktif dan menghasilkan. Pemerintah daerah juga harus hadir untuk mendukung ini,” tegasnya.

Astri berharap seluruh aspirasi yang telah dihimpun dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan aspirasi yang disampaikan masyarakat bisa terakomodir dan membawa dampak positif ke depannya,” pungkasnya.