Jembrana,Sekilasmedia.com –
Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya, dilaporkan tenggelam di lintas penyebrangan Selat Bali, pada Kamis (3/7) dini hari, pukul 00.16 Wita.

Sebelum tenggelam kapal Roro berukuran GT 734 tersebut sempat melapor ke dermaga karena mengalami kebocoran dan mati mesin (blackout).
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dalam pernyataan resmi mengonfirmasi, KMP Tunu Pratama Jaya bertolak dari Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, pukul 22.56 WIB. Di tengah pelayaran pukul 00.16 Wita kapal itu tenggelam.
“Kejadian itu pertama kali terpantau pada pukul 23.30 WIB, ketika KMP Tunu Pratama Jaya mengalami gangguan dan menyampaikan permintaan bantuan melalui saluran komunikasi radio,” kata Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin, Kamis (3/7/2025).
Berdasarkan data manifes KMP Tunu Pratama Jaya, mengangkut 65 penumpang terdiri dari 53 penumpang dan 12 kru kapal, serta 22 unit kendaraan diantaranya 14 truk. Saat ini posisi kapal sudah terbalik dan hanyut ke arah selatan titik koordinat -08°09.371′, 114°25, 1569.
“Untuk saat ini menunggu informasi lebih lanjut. Terkait perkembangan akan diinformasikan kembali,” tutupnya.
Sementara dari informasi yang berhasil dihimpun, sebanyak 23 orang telah ditemukan selamat. 4 orang dinyatakan meninggal dunia. Sementara 42 orang lainya masih hilang.
Belum ada informasi resmi mengenai jumlah korban atau kondisi seluruh penumpang, mengingat operasi SAR masih berlangsung. Sembilan kapal SAR telah dikerahkan terdiri dari dua kapal Basarnas, dua kapal KSOP, dua kapal milik PT Raputra Jaya, dua KRI TNI AL, dan satu kapal dari unsur Polairud.
ASDP juga mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jasa penyeberangan di lintas Ketapang – Gilimanuk, untuk tetap tenang, waspada terhadap kondisi cuaca, dan mengikuti arahan resmi dari otoritas pelabuhan. Situasi operasional pada pelabuhan tetap dikendalikan secara ketat dengan mengedepankan aspek keselamatan pelayaran.






