Peristiwa

Pria Asal NTT Ditemukan Tewas di Hotel Jember

×

Pria Asal NTT Ditemukan Tewas di Hotel Jember

Sebarkan artikel ini
Korban sebelum dibawa ke rumah sakit. (Foto polsek sukorambi)

Jember ,Sekilasmedia.com– Seorang pria bernama Arismunandar (55), asal Kecamatan Alak, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur ditemukan meninggal dunia di Hotel Tomiharini, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, Jember, Sabtu (12/7), malam.

Menurut Kapolsek Sukorambi, AKP Sudarsono, korban pertama kali ditemukan oleh temannya berinisial YF (61) asal kota Waikabubak, Sumba Barat, Sumbawa. Temannya kemudian melapor ke pihak hotel untuk dibawa ke Puskesmas.

“Kejadiannya berawal dari kami mendapat informasi dari Pak Hariyanto petugas Puskesmas. Bahwa di Hotel Tomiharini ada yang meninggal di (dalam) kamar hotel,” katanya, Minggu (13/7/2025).

BACA JUGA :  Libur Membawa Petaka, Warga Muara Teweh Tewas Tenggelam di Air Terjun Jantur Doyan

Selanjutnya kata dia, berdasarkan hasil penyelidikan, korban meninggal diduga karena sakit. Pasalnya, korban sebelumnya sempat ngeluh sakit kepala dan akhirnya dikerokin oleh temannya.

“Dugaan sementara awal, kemungkinan korban meninggal karena sakit. Karena sebelum makan tadi itu sempat ngeluh sakit di bagian kanan kepala. Kemudian oleh teman satu kamarnya dikerokin,” ujarnya.

Dugaan ini, kata Sudarsono, semakin dikuatkan oleh pihak keluarga korban. Saat dihubungi oleh pihak kepolisian, keluarga korban membenarkan bahwa Arismunandar memang mempunyai penyakit.

“Kami sudah terhubung dengan pihak keluarga lewat telepon. Memang (dibenarkan) yang bersangkutan ini, almarhum juga ada riwayat penyakit,” paparnya.

BACA JUGA :  Angkut Dupa Minibus Terbakar, Sopir Shock Kemudian Meninggal

Sudarsono menambahkan, jenazah korban dievakuasi ke kamar mayat RSD dr. Soebandi Jember untuk dilakukan proses autopsi. Hasil dari pemeriksaan, tidak ada tanda-tanda korban mengalami tindak kekerasan.

“Untuk dilakukan proses autopsi, sedangkan untuk barang-barang bukti yang ada di hotel kami amankan di Polsek Sukorambi,” tambahnya.

“Seperti yang kita lihat tadi, dari tim identifikasi dari Polres tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun yang lainnya. Pihak keluarga (juga) sudah dihubungi, kebetulan sudah terkoneksi dengan keluarganya yang ada di Kupang,” tandasnya.