Daerah

Bupati Yani Apresiasi Keberhasilan Kecamatan Duduksampean Menjadi Sentra Buah Melon di Gresik

×

Bupati Yani Apresiasi Keberhasilan Kecamatan Duduksampean Menjadi Sentra Buah Melon di Gresik

Sebarkan artikel ini
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Asluchul Alif saat memanen buah melon di dalam greenhouse milik petani di Desa Palebon. (Foto: Rudi/ Sekilasmedia.com)

Gresik, Sekilasmedia.com – Keberhasilan desa-desa di wilayah Kecamatan Duduksampean mengusahakan budidaya buah melon berkualitas super dalam green house, baik yang diusahakan oleh perorangan maupun pihak desa menarik perhatian Orang nomor satu di Kabupaten Gresik.

Bahkan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Wakil Bupati Asluchul Alif didampingi Kepala Dinas Pertanian Eko Anindito Putro dan Camat Duduksampean Merista Dedy Hartadi berkunjung ke salah satu sentra green house buah melon CV. Petani Milenial Hydroponic (PMH) milik petani sukses asal Sumengko yaitu Chomsin di Desa Palebon Kecamatan Duduksampean Gresik pada Senin (11/8/2025).

Diketahui, secara harfiah arti green house atau rumah kaca adalah sebuah bangunan atau struktur yang dirancang khusus untuk menanam tanaman dan membantu tanaman dapat tumbuh secara optimal sejak pembibitan, penyimpanan hingga proses budidaya, dengan cara mengontrol kondisi lingkungannya seperti suhu, kelembaban dan cahaya.

Pada kesempatan itu, Bupati Gresik dan Wakil Bupati menyempatkan diri untuk turun ke dalam green house, dimana tanaman buah melon ditanam dan siap panen sekaligus ikut memanennya secara sombolis. Bahkan Gus Yani sapaan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan dr Alif sempat mencicipi buah melon hasil budidaya yang dihidangkan.

Atas keberhasilan budidaya tanaman hortikultura buah melon di Desa Palebon, Gus Yani dan dr Alif sangat mengapresiasinya.

Usai acara, Bupati Gresik kepada awak media mengatakan dalam kunjungan di sentra green house buah melon milik Pak Chomsin di Desa Palebon sudah berjalan dan melihat langsung hasil panen buah melon dengan kualitas yang cukup bagus sekali. Hasil panen ini diterima pasar dengan harga yang maksimal.

” Keberhasilan budidaya buah melon menggunakan media green house ini, menjadi motivasi kita dalam mempersiapkan koperasi merah putih yang sudah berjalan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Jaga Kondusifitas Wilayah dan Tekan Penyebaran Covid, Polres Tulungagung Gelar Pamor Keris Skala Besar

Agar program itu berjalan, lebih lanjut pemerintah daerah juga sedang menata proposal bisnis (probis) masing-masing potensi desa. Bersamaan dengan itu, Pemerintah Kabupaten Gresik sedang menyusun struktur khusus satgas koperasi merah putih daerah, nanti yang mengisi dari universitas dari Kabupaten Gresik seperti Universitas Muhammadiyah Gresik, Universitas Komaruddin yang berkaitan dengan pertanian dan salah satu kampus swasta di Surabaya, yaitu Universitas Ciputra, juga kita ajak, terang Bupati.

Dengan pembentukan Satgas ini, Gus Yani menginginkan koperasi merah putih benar-benar harus berjalan secara optimal, apalagi melihat potensi permodalan yang cukup besar. Otomatis butuh pemdampingan di desa tersebut.

Dalam perencanaan bisnis yang matang, maka peran pendampingan dalam koperasi merah putih sangat penting. Yang namanya usaha, bagaimana cara mengurangi resiko-resiko yang dapat menimbulkan kerugian, ini yang menjadi alasan pemerintah daerah membuat struktur satgas merah putih di tingkat Kabupaten Gresik.

” Insha allah kita akan memfasilitasi biayanya, karena kita kepingin didampingi oleh universitas-universitas terbaik tersebut. Agar jalannya bisnis koperasi merah putih itu sesuai yang kita harapkan bersama,” ucapya.

Bupati memberikan contoh usaha budidaya buah melon yang berhasil. Salah satunya seperti ini, usaha sentral green house milik Chomsin dengan modal awal Rp 600 juta sekarang omset kotornya mencapai 5 miliar, ini menjadi motivasi kita semua terutama bagi koperasi merah putih.

Ditambahkannya, Pak Camat menyampaikan ada lebih hampir 30 titik setra melon yang tersebar di seluruh desa di wilayah kecamatan duduksampaean. Ini menjadi bukti bahwa wilayah Duduksampean sekarang sudah menjadi sentra buah melon. Apalagi diperkuat apa yang disampaikan Ketua KTNA Gresik bahwa Duduksampean menempati urutan kedua di Jawa Timur, terkait penghasil buah melon yang terbesar.

BACA JUGA :  DPC PDIP Mojokerto Gelar Rakercabsus untuk Pemenangan Pilbup 2024

Yang membuat Gus Yani bangga atas kegigihan dan keberhasilan para petani dalam budidaya buah melon, yang ditunjukkan dengan hasil panen yang melimpah dan kualitas yang super.

“Rasa buah melon ini enak, renyah dan manis. Selain itu, ukurannya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, sesuai selera pasar,” tutupnya.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindito Putro menyebutkan program budidaya buah melon dalam green house dirintis mulai tahun 2023 di Desa Samirplapan.

” Ini merupakan program teman-teman penyuluh pertanian seperti Pak Husni, dimana memprogramkan satu desa satu green house dengan budidaya buah melon. Kenapa melon yang dibudidayakan, karena harga relatif stabil dan pasar sudah ada, di kisaran harga Rp 18 ribu sampai Rp 23 ribu per kilogram,” ungkapnya.

Di Desa Palebon ada Pak Chomsin selaku pemilik CV Petani Milenial Hydroponic Farm, yang sudah membudidayakan buah melon, Sementara di Desa Sumengko juga ada green house untuk pembibitan, dimana rencananya akan dikembangkan sebanyak 17 green house, di tempat itu.

Selain Kecamatan Duduksampean, sambung Kadis Pertanian, budidaya buah melon juga diusahakan di Kecamatan Dukun dan Ujungpangkah.

Selaku pemilik CV. Petani Milenial Hydroponic (PMH) yang bergerak budidaya buah melon dalam green house, Chomsin menerangkan bahwa usaha ini telah dirintisnya selama 2 tahun, dengan modal awal sebesar Rp. 600 juta. Usaha berkembang, memiliki 17 green house dengan kapasitas total 34 ribu tanaman buah melon, yangmana sekali panen bisa meraup pendapatan sebesar Rp 1,2 M, dan total omset Rp 5,5 M.

Penulis: Rudi
Editor : Erik