Kesehatan

BPJS Kesehatan Mojokerto Dorong Peserta Aktif Lakukan Skrining untuk Hidup Lebih Sehat

×

BPJS Kesehatan Mojokerto Dorong Peserta Aktif Lakukan Skrining untuk Hidup Lebih Sehat

Sebarkan artikel ini
BPJS Kesehatan Mojokerto Dorong Peserta Aktif Lakukan Skrining untuk Hidup Lebih Sehat. (foto: doc)

Mojokerto,Sekilasmedia.com – Skrining riwayat kesehatan menjadi salah satu upaya penting dalam menjaga kualitas hidup masyarakat. Melalui kegiatan ini, peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dapat mengetahui kondisi kesehatan sejak dini, sekaligus mendeteksi potensi risiko penyakit yang mungkin muncul di kemudian hari.

Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Mojokerto, Elke Winasari, menegaskan bahwa skrining riwayat kesehatan merupakan langkah kecil namun berdampak besar bagi masyarakat. Pelaksanaan skrining riwayat kesehatan telah diatur dalam Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 3 Tahun 2024 tentang Pelaksanaan Skrining Riwayat Kesehatan, Pelayanan Penapisan/Skrining Kesehatan Tertentu, dan Peningkatan Kesehatan bagi Peserta Penderita Penyakit Kronis.

“Skrining riwayat kesehatan ini bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari upaya serius BPJS Kesehatan untuk mendorong pola hidup sehat di tengah masyarakat. Dengan deteksi dini, peserta dapat lebih waspada terhadap risiko penyakit dan melakukan perubahan gaya hidup yang lebih baik,” ujar Elke saat ditemui di kantornya pada Kamis (25/09)

Mulai 1 September 2025, setiap peserta JKN yang datang ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), baik klinik maupun dokter praktik perorangan diwajibkan untuk melakukan skrining sebelum memperoleh layanan kesehatan. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran peserta akan pentingnya deteksi dini, sekaligus membantu fasilitas kesehatan dalam menyusun langkah tindak lanjut medis yang lebih tepat sasaran.

BACA JUGA :  Tindaklanjuti Kasus PMK di Kota Kediri, DKPP Gencarkan Vaksinasi

“Selama ini banyak masyarakat yang datang ke FKTP setelah sakit. Dengan adanya skrining ini, kami ingin mengubah pola pikir masyarakat untuk lebih peduli dan memeriksa kesehatan secara berkala. Pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan, dan inilah semangat utama Program JKN,” jelasnya.

Elke juga mengajak peserta JKN untuk memanfaatkan layanan ini tanpa menunda, skrining cukup dilakukan satu kali dalam setahun. Skrining kesehatan dapat diakses dengan mudah melalui Aplikasi Mobile JKN.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak menunda melakukan skrining. cukup dilakukan sekali dalam setahun. Melakukan skrining juga cukup mudah dan tidak membutuhkan waktu lama,” pungkas Elke.

Manfaat skrining riwayat kesehatan dirasakan langsung oleh alah satu peserta JKN, Linda (34), mengaku terbantu dengan adanya layanan skrining yang bisa dilakukan dengan mudah melalui aplikasi Mobile JKN. Ia mengatakan bahwa adanya skrining Kesehatan ini sangat membantu untuk bisa mengetahui kondisi kesehatan yang dirasakan.

BACA JUGA :  Pahami Semangat Gotong Royong Untuk Dukung Keberlanjutan Program JKN

“Awalnya saya ragu, tapi setelah mencoba skrining lewat Mobile JKN, saya jadi tahu kalau ada beberapa faktor risiko yang harus saya perhatikan. Dari situ, saya lebih hati hati dalam menjaga pola makan dan mulai rutin olahraga,” cerita Linda.

Linda juga menilai bahwa kemudahan akses melalui aplikasi Mobile JKN membuatnya semakin memperhatikan kondisi tubuhnya. Ia juga menilai bahwa program ini memberi rasa aman dan nyaman bagi peserta JKN. Dengan adanya deteksi dini, tidak lagi merasa khawatir jika sewaktu-waktu ada risiko penyakit yang mungkin muncul.

“Sekarang saya sudah tahu kondisi kesehatan saya. Kalau ada risiko, bisa cepat diperiksa. Lewat Mobile JKN, saya bisa isi kuesioner skrining kapan saja. Hasilnya langsung keluar dan bisa jadi bahan evaluasi, sangat praktis sekali. Buat teman-teman JKN coba untuk ikut melakukan skrining. Tidak butuh waktu lama, tidak ada biaya tambahan, tapi manfaatnya dan sebagai bentu peduli terhadap kondisi kesehatan diri sendiri,” tutur Linda.