Blitar, Sekilasmedia.com-Momentum Hari Tani Nasional 24 September 2025 dan bentuk sikap kritis mahasiswa dan pemuda terhadap problematika agraria, kesejahteraan petani, serta kebijakan pemerintah yang menyangkut sektor pertanian di Blitar, DPC GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) Blitar bersama Konsorsium Pembaharuan Agraria menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Pemerintah Kabupaten Blitar di Kanigoro. Rabu (24/9/2025).
Dalam aspirasinya, masa aksi mendesak Pemerintah pusat untuk membentuk badan pelaksana Reforma Agraria, mencabut Undang-Undang Cipta Kerja (UUCK, mendesak Pemerintah segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang Reforma Agraria (RUU RA), jalankan Undang-undang Pembaruan Agraria (UUPA) 1960 seacara konsisten dan kosekuen, mendesak Pemerintah Kabupaten Blitar menjalankan Reforma Agraria Sejati Yang berkeadilan bukan memihak pada kapitalisme, mendesak Tim GTRA Kabupaten Blitar segera menyelesaikan konflik agraria di Desa Gadungan dan Sumberagung Kecamatan Gandusari dan konflik pertanahan di Desa Sidorejo Kecamatan Doko Kab Blitar, yang masuk dalam Lokasi Prioritas Reforma Agraria (LPRA) ΚΡΑ, beri perlindungan terhadap masyarakat/petani yang menjadi Lokasi Prioritas Reforma Agraria sesuai surat kantor staf presiden nomor B-21/KSK/03/2021 tentang permohonan perlindungan terhadap lokasi prioritas refoma agraria, berantas mafia tanah, tinjau ulang redistribusi tanah di Desa modangan eks perkebunan Karangnongko, da mendesak Bupati selaku ketua Tim Gugus Tugas Reforma Agraria Segera menindaklanjuti dan menyelesaikan konflik agraria yang terjadi di kabupaten Blitar sesuai surat *KEMENDAGRI nomor: 591/4819/SJ* Tanggal 3 September 2021 dan *Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 591/1895/S.J* tanggal 16 Maret 2021.
Sementara Bupati Blitar
Rijanto saat menemui masa aksi menyatakan komitmennya untuk menampung aspirasi dan mengupayakan penyelesaian masalah agraria sesuai kewenangannya.
“Saya menghargai keberanian dan kepedulian para petani dan mahasiswa yang hari ini menyuarakan aspirasi mereka. Pemerintah Kabupaten Blitar berjanji akan menindaklanjuti persoalan agraria, tentunya dengan keterbatasan yang ada, tapi kami bertekad untuk berbuat terbaik demi kesejahteraan petani yang merupakan tulang punggung bangsa,” ujar Rijanto. ddg