Pendidikan

Hari Guru Nasional: Dorongan Peningkatan Kesejahteraan dan Kesiapan Guru Menghadapi Era Digital

×

Hari Guru Nasional: Dorongan Peningkatan Kesejahteraan dan Kesiapan Guru Menghadapi Era Digital

Sebarkan artikel ini
Peringatan Hari Guru Nasional ke-80 SMPN 3 Purwakarta (foto; Ade Irma/Sekilasmedia.com)

PURWAKARTA, Sekilasmedia.com — Peringatan Hari Guru Nasional ke-80 menjadi ajang refleksi bagi pendidik, termasuk di SMPN 3 Purwakarta. Dalam momentum tersebut, Cucu Setiawati, Wakil Kesiswaan SMPN 3 Purwakarta, yang hadir mewakili Kepala Sekolah Muhammad Husni, M.Pd., menyampaikan sejumlah catatan penting terkait kondisi guru di era modern.

Menurut Cucu, perhatian terhadap kesejahteraan guru perlu mendapatkan porsi lebih besar dari pemerintah. Ia menilai profesi guru di Indonesia masih menghadapi tantangan kesejahteraan yang cukup jauh tertinggal dibandingkan negara lain.

“Guru-guru di Indonesia, khususnya di SMPN 3 Purwakarta, berharap pemerintah memberi perhatian lebih pada kesejahteraan. Jika dibandingkan negara lain, posisi kita masih cukup jauh,” tuturnya.

Cucu menjelaskan bahwa digitalisasi pendidikan menjadi tuntutan yang tak terhindarkan. Guru ditantang untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat. Namun, situasi ini tidak sepenuhnya mudah, terutama dengan adanya kebijakan sekolah yang melarang siswa membawa ponsel.

BACA JUGA :  Siapkan Rencana UKW, Kabag Humas Bekasi Kunjungi LPDS Dewan Pers

Ia menilai kebijakan tersebut memiliki sisi positif dan negatif. Di satu sisi, penggunaan ponsel yang dibatasi dapat mencegah penyalahgunaan; namun di sisi lain, siswa menjadi kurang leluasa memanfaatkan perangkat digital untuk pembelajaran.

“Kita tetap berusaha memaksimalkan fasilitas seperti komputer dan kelas IT agar pembelajaran digital tetap berjalan,” ujarnya.

Lebih jauh, Cucu menekankan pentingnya pelatihan dan program peningkatan kompetensi bagi guru agar mampu menyesuaikan metode pembelajaran dengan generasi digital yang terbiasa dengan teknologi dan media sosial.

“Guru perlu terus diperbarui kompetensinya, terutama dalam metode mengajar. Anak-anak sekarang sudah sangat cepat mengikuti perkembangan teknologi, dan guru harus siap menyesuaikan diri,” jelasnya.

Dalam peringatan Hari Guru Nasional ini, Cucu juga mengangkat isu bullying yang disebutnya semakin mengkhawatirkan. Tak hanya terjadi antarsiswa, sejumlah kasus bahkan menyasar guru.

BACA JUGA :  Sekolah Mojokerto, Terapkan Wajib Bahasa Jawa.

“Fenomena bullying sudah masuk tahap darurat. Kita harus menekankan kepada siswa untuk menghentikan perilaku tersebut, termasuk terhadap guru,” tegasnya.

Sebagai bentuk penghargaan kepada para pendidik, siswa SMPN 3 Purwakarta mengadakan Teacher Award. Ada sepuluh kategori penghargaan yang diberikan, mulai dari guru terkreatif hingga guru terajin. Meskipun sederhana, sertifikat yang diberikan siswa memberikan kebanggaan tersendiri bagi para guru.

“Penghargaan itu menunjukkan bahwa anak-anak sebenarnya peduli dan memperhatikan apa yang dilakukan guru untuk mereka,” kata Cucu.

Menutup keterangannya, Cucu menyampaikan harapan agar seluruh guru di Indonesia dapat merayakan Hari Guru dengan kebahagiaan dan mendapatkan perhatian yang layak dari siswa maupun pemerintah.

Peringatan Hari Guru Nasional kali ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap kesejahteraan guru, meningkatkan kualitas pendidikan, dan menguatkan peran guru dalam menghadapi transformasi digital.