Daerah

Kreatif dilahan Sempit Ibu-ibu PKK Setonopande Jadi Agen Perubahan Lewat Pelatihan Urban Farming

×

Kreatif dilahan Sempit Ibu-ibu PKK Setonopande Jadi Agen Perubahan Lewat Pelatihan Urban Farming

Sebarkan artikel ini
Kreatif dilahan Sempit Ibu-ibu PKK Setonopande Jadi Agen Perubahan Lewat Pelatihan Urban Farming.(Foto:Saman/Sekilasmedia.com)

Kediri,Sekilasmedia.com – TP PKK Kelurahan Setonopande, Kota Kediri, menggelar kegiatan Pelatihan Urban Farming pada Selasa (11/11/2025). Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan salah satu Sapta Cita Wali Kota Kediri, yaitu ketahanan pangan, lingkungan indah, dan berkelanjutan.

Lurah Setonopande, Farida Noviati, S.STP., M.M., mengatakan pelatihan ini digagas sebagai solusi keterbatasan lahan di wilayah Setonopande agar masyarakat tetap bisa produktif melalui pertanian perkotaan.

“Setonopande memang tidak memiliki lahan luas seperti kelurahan lain. Karena itu, kami ingin mengoptimalkan lahan di sekitar rumah, halaman, maupun pekarangan untuk kegiatan urban farming,” jelas Novi

BACA JUGA :  Pelayanan Pengamanan Pada Siswa Sekolah Dengan Giat Poros Pagi

Dalam kegiatan ini, para kader PKK dan ibu-ibu anggota dilatih untuk menanam berbagai tanaman produktif di lahan terbatas. Mereka juga diajarkan memanfaatkan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk alami, serta mengolah bahan bekas menjadi pot tanaman.

Novi berharap para peserta tidak hanya sekadar belajar bercocok tanam, tetapi juga menjadi agen perubahan di lingkungannya.

“Saya yakin ibu-ibu PKK bisa menjadi contoh bagi warga lain untuk lebih kreatif, hemat, dan cerdas dalam memanfaatkan lingkungan. Tanaman yang ditanam bisa menjadi sumber bahan pangan segar bagi keluarga, bahkan berpotensi menambah penghasilan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Sekda Tutup Turnamen Old Crack PWI Asahan 2023

Pelatihan ini juga bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kota Kediri yang menghadirkan narasumber ahli, serta melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) Jamsaren yang telah lebih dulu sukses menjalankan kegiatan serupa.

“Kami ingin peserta mendapat tambahan wawasan dan bisa praktik langsung. Harapannya, gerakan urban farming ini bisa berkembang di tingkat keluarga hingga RT/RW, serta ikut menguatkan ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat,” pungkas Novi