Daerah

Pasangan Pipa di Pantai Jerman Jadi Sorotan, BWS Sebut Hanya Alat Bantu

×

Pasangan Pipa di Pantai Jerman Jadi Sorotan, BWS Sebut Hanya Alat Bantu

Sebarkan artikel ini
Pasangan pipa di Pantai Jerman yang menjadi sorotan, warga minta agar diurug (foto sekilasmedia.com /soni)

Badung,Sekilasmedia.com-
Sebuah pipa proyek sand nourishment atau sistem perpipaan dalam metode (penambahan pasir pantai) yang dipasang di Pantai Jerman, Kelurahan/Kecamatan Kuta, Badung, Bali, menuai sorotan dari sejumlah pihak.

Pipa ukuran besar yang berfungi sebagai saluran untuk mengangkut campuran pasir yang dikeruk dari lokasi lain itu, dibiarkan ngambang di atas pasir tanpa diurug. Akibatnya Pantai Jerman kini terlihat buruk dan munculkan keresahan sosial.

Dari pantauan sekilasmedia.com Senin (17/11) siang, bibir Pantai Jerman sudah dipasangi pipa yang menjulur panjang dari ke arah utara ke selatan atau sebaliknya. Jarak berberapa meter pipa juga ditancapkan batang bambu untuk mengikat. Di lokasi tidak ditemukan adanya aktivitas pekerjaan.

Ketua Kelompok Nelayan Samudra Jaya III, Wayan Kurawan mengatakan, sebenarnya pipa yang dipasang di Pantai Jerman ini mengganggu aktivitas pengunjung dan juga nelayan. Namun karena ini demi kepentingan umum, tetap mendukung program tersebut.

“Kalau mengganggu ya pasti mengganggu, tapi ini proyek pemerintah. Kami sebagai nelayan turut terbantu karena wilayah kami akan aman,” katanya.

BACA JUGA :  Kapolres Kediri Dampingi Kunjungan Menteri Pertanian RI di Perkebunan Djengkol Plosoklaten

Pihak proyek juga disebutkannya tidak anti komunikasi, sebab setiap kali ada keperluan untuk masyarakat yang terdampak selalu digubris.

“Ini tergantung komunikasi, soalnya kalau kita minta jalan untuk perahu agar bisa naik turun juga dibuatkan,” ungkapnya.

Pun terkait dengan sosialisasi, Wayan Kurawan mengaku sudah dilakukan pada 2024 di kantor Camat Kuta, bersama beberapa tokoh masyarakat akan ada penambahan pasir yang dilakukan dari 2025 hingga 2030.

“Sudah sosialisasi tahun lalu, ini ngambil pasirnya di tengah laut Balangan, kalau gak salah 20 cm ketebalan yang dikeruk. Dan di sini (Pantai Jerman) dapat urugan 80 meter ketengah laut,” ujarnya.

Sementara itu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Supan I, BWS Bali Penida, Bambang mengatakan, pipa yang dipasang di pesisir memang tidak diurug. Karena pipa tersebut digunakan sebagai alat bantu untuk pengisian pasir di Pantai Jerman.

BACA JUGA :  BUPATI EVALUASI TOTAL TENTANG KINERJA PDAM.

“Itu tidak diurug, itu pipanya juga masih kosong belum diisi pasir. Nanti pipa itu untuk alat bantu mengisi pasir di sana,” jelasnya.

Selain itu, dia juga mengakui belum melakukan sosialisasi resmi kepada masyarakat terkait dengan pemasangan pipa tersebut. Meski begitu pemberitahuan secara lisan kepada tokoh setempat sudah disampaikan.

“Iya untuk sosialisasi di lokasi sudah dan sudah ada izin dari bendesa. Untuk sosialisasi resmi kita lakukan Jumat 21 November 2025,” tandasnya.

Perlu diketahui tujuan dari pekerjaan itu untuk merevitalisasi dan melakukan penanganan patai yang terdampak abrasi dengan pengisian ulang pasir.

Ada pun konservasi kawasan meliputi Pantai Kuta – Legian – Seminyak berfokus pada pemulihan garis pantai melalui metode sand nourishment sebesar 610.000 m³ dan pembangunan lima breakwater baru.

Proyek ini merupakan bagian dari kerjasama pemerintah Indonesia dengan JICA skema hutang luar negeri. Panjangnya kurang lebih 5,3 kilometer garis pantai yang sudah mengalami abrasi dikembalikan pada kondisi awal.