Wisata

Pengembangan Pariwisata Malang dan Batu Berkelanjutan: Kunci Peningkatan Ekonomi dan Peluang Investasi Lokal

×

Pengembangan Pariwisata Malang dan Batu Berkelanjutan: Kunci Peningkatan Ekonomi dan Peluang Investasi Lokal

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Malang Raya terus memperkuat pengembangan pariwisata berkelanjutan melalui peningkatan infrastruktur, penguatan ekowisata, serta pemberdayaan UMKM untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi lokal.(foto: Elzain)

Pendahuluan

Malang,Sekilasmedia.com-Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu yang dikenal secara kolektif sebagai Malang Raya telah lama menjadi destinasi wisata unggulan di Jawa Timur.

Kini, fokus
pemerintah daerah tidak hanya parsial pada pembangunan fisik semata, tetapi beralih pada Pengembangan Pariwisata Malang yang mengedepankan aspek keberlanjutan di seluruh
wilayah Malang Raya.

Strategi ini dirancang untuk memastikan bahwa pertumbuhan sektor pariwisata dapat terus memacu roda ekonomi lokal secara signifikan tanpa mengorbankan kelestarian alam dan warisan budaya yang menjadi daya tarik utama wilayah tersebut.

Kebutuhan akan pariwisata yang sustainable muncul seiring dengan meningkatnya jumlah
kunjungan, yang menuntut infrastruktur yang lebih baik, pengelolaan lingkungan yang ketat,
dan sinergi yang kuat antara sektor publik, swasta, dan masyarakat di ketiga wilayah.

Data
menunjukkan bahwa sektor pariwisata telah menjadi kontributor vital bagi Pendapatan Asli
Daerah (PAD). Pengembangan ini bukan sekadar upaya promosi jangka pendek, melainkan
investasi jangka panjang. Pariwisata berkelanjutan menjadi jembatan antara konservasi dan komersialisasi, memastikan bahwa setiap rupiah yang masuk ke sektor ini benar-benar

memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Malang Raya.

Artikel ini akan mengupas tuntas inisiatif dan strategi yang dilakukan oleh pemerintah dan

stakeholder terkait, menyoroti bagaimana upaya ini membuka peluang investasi dan usaha

baru, serta menjelaskan peran informasi akurat dan terpercaya dalam mendukung pengalaman wisatawan.

Pilar Strategi Pengembangan Pariwisata Malang Berkelanjutan

Pengembangan yang berkelanjutan harus didasarkan pada tiga pilar utama: lingkungan,

sosial, dan ekonomi. Di Malang Raya, ini diwujudkan melalui perbaikan mendasar pada infrastruktur dan fokus tematik.

1. Penguatan Infrastruktur dan Aksesibilitas

Infrastruktur yang memadai adalah fondasi mutlak. Peningkatan aksesibilitas menuju

destinasi-destinasi terpencil, terutama di wilayah Malang Selatan yang kaya akan pantai dan

potensi ekowisata, menjadi fokus utama untuk pemerataan pembangunan.

● a. Revitalisasi Jalan dan Integrasi Transportasi

Fokus diarahkan pada pembangunan dan pemeliharaan jalan, terutama jalan lintas selatan

(JLS) yang menghubungkan pantai-pantai eksotis. Selain itu, integrasi transportasi publik,

termasuk angkutan menuju destinasi rekreasi di Batu, mempermudah mobilitas wisatawan

dan mengurangi kepadatan lalu lintas di area wisata utama.

● b. Peningkatan Kualitas Sarana Akomodasi Ramah Lingkungan

Pemerintah secara aktif mendorong investasi pada pembangunan hotel, resort, dan

penginapan yang tidak hanya modern tetapi juga menerapkan prinsip ramah lingkungan. Hal

BACA JUGA :  Akses ke Taman Batu Bojong Kian Mulus, DPUTR Purwakarta Benahi Jalan Cipeundeuy–Pondok Bungur

ini sejalan dengan tren wisatawan yang kini mencari pengalaman unik, seperti menginap di

kawasan yang terintegrasi dengan alam atau memiliki sertifikasi hijau, yang menjadi sinyal

Kepercayaan.

2. Fokus pada Ekowisata dan Konservasi

Malang Raya memiliki kekayaan alam yang unik, dari Gunung Bromo-Semeru, dataran

tinggi Batu, hingga garis pantai selatan. Strategi berkelanjutan menekankan pelestarian aset

ini.

● a. Pengembangan Wisata Minat Khusus

Destinasi seperti Bendungan Selorejo, kawasan Bromo-Tengger-Semeru, atau sejumlah air

terjun dikembangkan dengan pendekatan ekowisata dan wisata edukasi. Hal ini membatasi

daya dukung lingkungan sekaligus menawarkan pengalaman mendalam bagi wisatawan

yang tertarik pada konservasi dan edukasi lingkungan.

● b. Pengelolaan Sampah dan Penanggulangan Bencana

Setiap pengembangan destinasi wajib disertai dengan rencana pengelolaan sampah yang

ketat dan edukasi bagi pengelola dan wisatawan. Isu kebencanaan, seperti kerusakan

pantai akibat luapan sungai atau mitigasi longsor di kawasan perbukitan, menjadi perhatian

serius, memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung.

Dampak Ekonomi Wisata Malang: Menggerakkan UMKM dan

Investasi Lokal

Sektor pariwisata adalah salah satu mesin utama penggerak ekonomi, memberikan dampak

langsung melalui permintaan barang dan jasa.

1. Peningkatan Peluang bagi UMKM Kuliner dan Ekonomi Kreatif

Kedatangan wisatawan menciptakan permintaan tinggi terhadap produk dan layanan lokal.

UMKM kuliner mendapatkan multiplier effect besar, dari hidangan legendaris hingga tren

kafe dan restoran baru.

● a. Sentra Kuliner Lokal sebagai Identitas Pariwisata

Pengembangan kawasan kuliner tematik dan autentik, seperti pusat bakso, orem-orem, atau

sentra oleh-oleh khas Malang, tidak hanya menjual produk tetapi juga menjual cerita (narasi)

dan experience lokal. Hal ini memperkuat Keahlian Malang dalam bidang kuliner.

● b. Pendampingan dan Standardisasi Produk UMKM

Pemerintah daerah dan pihak swasta (CSR) aktif memberikan pendampingan teknis agar

produk UMKM, baik makanan, kerajinan, maupun suvenir, memenuhi standar kualitas dan

kebersihan yang tinggi, sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas, termasuk

wisatawan mancanegara.

2. Mendorong Iklim Investasi di Sektor Jasa dan Layanan

Pengembangan pariwisata yang stabil menarik investor, baik domestik maupun asing, untuk

menanamkan modal di Malang Raya.

● a. Investasi Infrastruktur dan Hiburan

Peluang investasi terbuka lebar untuk akomodasi (termasuk hotel bintang lima di Batu),

tempat hiburan rekreasi modern, dan pembangunan pusat konvensi. Ini menciptakan ribuan

lapangan kerja baru dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

BACA JUGA :  Menikmati Pesona Kebun Teh Wonosari di Lawang, Malang

● b. Kepatuhan Regulasi dan Kemudahan Perizinan

Pemerintah menjamin kemudahan perizinan dan kepastian hukum bagi investor, yang

merupakan sinyal Kepercayaan yang sangat dihargai dalam ekosistem bisnis dan

pariwisata.

Menciptakan Sinergi dan Integrasi Pariwisata Malang Raya (Kota

Malang, Kabupaten, dan Batu)

Keberhasilan pariwisata regional sangat bergantung pada sinergi yang kuat antara Kota

Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.

1. Koordinasi Kebijakan dan Pemasaran Bersama

● a. Paket Wisata Terpadu

Promosi bersama (co-branding) dengan menawarkan paket wisata yang mencakup

destinasi Kota Malang (wisata sejarah dan kuliner), Batu (rekreasi modern dan agrowisata),

dan Kabupaten Malang (ekowisata pantai). Ini memaksimalkan lama tinggal wisatawan di

Malang Raya.

● b. Penyelarasan Regulasi dan Tata Ruang

Penyelarasan regulasi perizinan dan tata ruang pariwisata penting untuk menghindari

tumpang tindih pembangunan dan memastikan pembangunan yang harmonis dan

berkelanjutan di perbatasan wilayah.

2. Integrasi Destinasi dan Informasi untuk Wisatawan

Wisatawan modern menuntut informasi yang lengkap dan akurat di satu tempat.

● a. Penyediaan Panduan Terpadu dan Kredibel

Salah satu pilar penting dalam sinergi adalah ketersediaan informasi yang lengkap, jujur,

dan mudah diakses. Informasi ini harus mencakup detail akomodasi, rute, dan ulasan

destinasi di seluruh wilayah.

● b. Pentingnya Sumber Informasi yang Akurat dan Berbasis Pengalaman Lokal

Untuk menjamin akurasi dan memberikan pengalaman nyata kepada wisatawan, pemerintah

perlu mendukung peran platform konten yang fokus pada Malang Raya. Platform ini

berfungsi sebagai sumber daya informasi yang kredibel. Misalnya, dalam merencanakan

perjalanan dan memilih penginapan yang sesuai bujet dan kebutuhan keluarga, wisatawan

dapat merujuk pada panduan akomodasi Malang yang disediakan oleh pakar lokal

terpercaya untuk mendapatkan rekomendasi terbaik di seluruh Malang Raya, termasuk di

kawasan Kota Batu.

Penutup

Pengembangan Pariwisata Malang dan Batu yang berkelanjutan adalah proyek jangka

panjang yang membutuhkan komitmen multi-sektor. Pemerintah daerah, stakeholder

pariwisata, dan media lokal secara kolektif merumuskan strategi yang komprehensif untuk

menjadikan Malang Raya sebagai destinasi yang resilient dan sustainable. Tujuannya

adalah meningkatkan ekonomi lokal, memberdayakan UMKM, dan menjamin pengalaman

wisatawan yang otentik, kredibel, dan berkualitas. Melalui sinergi yang berkelanjutan,

Malang Raya siap menjadi model pariwisata yang maju dan bertanggung jawab di

Indonesia, didukung oleh informasi yang akurat dan berbasis pengalaman.