Daerah

PKB Bondowoso Pastikan Insentif Guru Ngaji Aman: Ahmad Dhafir Tegaskan Ini Perjuangan Para Ulama

×

PKB Bondowoso Pastikan Insentif Guru Ngaji Aman: Ahmad Dhafir Tegaskan Ini Perjuangan Para Ulama

Sebarkan artikel ini
Ketua DPC PKB Bondowoso, Ahmad Dhafir, S.H saat memberikan sambutan pada acara Tasyakuran Atas Penganugrahan Gelar Pahlawan Nasional Tahun 2025: Syaikhona M. Kholil Bangkalan, KH. Abdurahman Wahid & Marsinah. (Foto: Rifky Gimnastiar/SM)

Bondowoso,Sekilasmedia.com — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bondowoso menggelar tasyakuran atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional 2025 kepada tiga tokoh bangsa: Syaikhona Kholil Bangkalan, KH Abdurahman Wahid (Gus Dur), dan Marsinah Aktivis Buruh. Acara ini dihadiri jajaran ulama, tokoh NU, dan pengurus partai.

Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai bentuk penghormatan atas jasa para pahlawan yang telah memberikan kontribusi besar bagi perjalanan bangsa. PKB Bondowoso menegaskan bahwa pengakuan negara ini harus dirayakan dengan rasa bangga dan syukur oleh para kader Nahdlatul Ulama.

Sekretaris DPC PKB Bondowoso, H. Tohari, S.Ag., dalam sambutannya menggambarkan kebanggaan atas diakuinya dua tokoh besar NU sebagai pahlawan nasional. Ia menyampaikan, “Bentuk syukur kita sebagai kader Nahdlatul Ulama’ patut berbangga bahwa diakuinya 2 pahlawan nasional. Bukti pengakuan rakyat Indonesia terhadap jasa-jasa beliau.”

Nama Syaikhona Kholil Bangkalan dan KH Abdurahman Wahid menurutnya menjadi wujud dari perjalanan panjang ulama dalam membangun bangsa. Ia menyebut keduanya sebagai figur moral yang memberi teladan keilmuan dan kebangsaan yang kuat.

BACA JUGA :  Begini Kisaran Anggaran Ideal Untuk Rekontruksi Dan Perbaikan Jalan Di Kabupaten Ngawi

Acara dilanjutkan dengan pembacaan Yasin dan Tahlil yang dipimpin Rais Syuriah PCNU Bondowoso KH M. Djunaidi Mu’ti dan KH Abdul Qodir Romli dari MWCNU Tenggarang. Pembacaan Sholawat Mahalul Qiyam kemudian mengiringi suasana penghormatan kepada para tokoh yang telah dianugerahi gelar pahlawan nasional.

Sorotan utama tertuju pada Ketua DPC PKB Bondowoso, H. Ahmad Dhafir, yang menegaskan bahwa ulama memiliki andil besar dalam perjuangan bangsa. Ia berkata, “Mulai dari KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahdi Hasyim, KH. Abdurahman Wahid juga pahlawan nasional ini bukti-bukti bahwa Nahdlatul Ulama punya andil besar kepada negara kita.”

Dhafir menekankan bahwa kehadiran Pengurus NU, PCNU, dan MWCNU pada acara tersebut menjadi pengingat baginya untuk terus mengawal cita-cita eksekutif. Ia berkata, “Kita hadirkan Pengurus NU, PCNU, MWCNU untuk mengingatkan saya di legislatif untuk mengawal cita-cita positif ekskutif.”

Dalam wawancara, Dhafir menjelaskan bahwa insentif guru ngaji merupakan bagian dari perjuangan ulama terdahulu. Ia menyampaikan, “Terkait intensif guru ngaji itu adalah bagian dari apa yang diperjuangkan oleh KH Hasyim Asy’ari, Syaikhona Holil Bangkalan itu adalah. Seperti lagu kebangsaan kita ‘Bangunlah Jiwanya, Bangunlah badannya’. Jiwa itu rohani baru fisik.” Ia menegaskan bahwa guru ngaji, madrasah diniyah, dan pesantren adalah pembimbing rohani bangsa.

BACA JUGA :  Polres Gresik Salurkan Dana BTPKLW  Kepada 625 Orang Pedagang  Gresik, Sekilasmedia.com -  Polres Gresik terus menyalurkan bantuan untuk masyarakat yang terdampak Covid-19. Bantuan Tunai untuk Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPKLW). Kali ini giliran 625 pedagang di wilayah Selatan yakni Kecamatan Kedamean, Menganti, Driyorejo dan Wringinanom yang mendapat bantuan masing-masing Rp. 1,2 juta. BTPKLW merupakan program dari pemerintah pusat yang skema penyalurnya melibatkan TNI-Polri. Bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan bagi pelaku usaha khususnya di sektor usaha mikro di tengah pandemi. Proses penyaluran berlangsung di Pendopo Kecamatan Kedamean, Kamis (21/10/2021).  Kapolsek Kedamean AKP H. Ali Syaiful  mengatakan, penerima bantuan dalam program BTPKLW sudah melalui tahap verifikasi. Proses pendataan dan verifikasi dilakukan anggota Bhabinkamtibas di setiap kelurahan. “Kemudian data direkap oleh Bhabinkamtibmas lalu dilaksanakan verifikasi apakah ada bantuan dalam bentuk lain atau belum pernah dapat bantuan,” ucap AKP Syaiful.  Sementara ditempat terpisah Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis menjelaskan, bantuan uang tunai ini merupakan program bantuan dari pemerintah pusat yang teknis penyalurannya diamanahkan kepada jajaran Polres/ta setempat.  “Masing-masing pedagang kaki lima dan pemilik warung yang memenuhi indikator ini mendapat bantuan uang tunai sebesar 1,2 juta rupiah,” ungkapnya Perwira dua melati dipundaknya ini.  Lebih lanjut Akpol 2002 berpesan, penerima bantuan memanfaatkan BTPKLW secara optimal. “Tolong dimanfaatkan betul, karena ini bentuk perhatian dari pemerintah kepada masyarakat untuk meringankan para PKL dan pemilik warung,” pungkas Kapolres Gresik. (rud)

Dhafir menambahkan bahwa pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada fisik semata. “Maka guru ngaji dan termasuk lembaga madrasah Diniyah, pesantren itu pembimbing rohani kita. Maka tidak bisa kemudian tidak bisa berfikir fisik, tapi harus rohani begitupun selebihnya,” ujarnya.

Ketika ditanya mengenai pengawalan legislatif terhadap program tersebut, Dhafir menegaskan bahwa dukungan sudah berjalan. “Sudah ada, pasti tidak dipotong” katanya singkat. Ia memastikan bahwa insentif guru ngaji tidak akan dipotong meski pemerintah tengah melakukan efisiensi anggaran. “Dan pasti tidak dipotong untuk anggaran. Dan menjadi prioritas program ini,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tidak ada sejarah ulama Indonesia yang menjadi kaki tangan penjajah. “Tidak ada satupun catatan sejarah Ulama’ Indonesia yang tercatat sebagai antek antek para penjajah,” ujarnya. Karena itu, ia meminta generasi kini menjaga persatuan dan meneruskan perjuangan para ulama dengan menghidupkan masyarakat.