Purwakarta, Sekilasmedia.com – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Purwakarta menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) XIII Tahun 2025 pada Selasa (16/12), bertempat di Gedung SKB Purwakarta, Jalan Purnawarman Timur No. 8. Kegiatan ini menjadi forum tertinggi organisasi untuk mengevaluasi program kerja lima tahun sebelumnya sekaligus menetapkan arah kebijakan dan kepemimpinan Gerakan Pramuka Purwakarta masa bakti 2025–2030.
Muscab XIII dihadiri perwakilan kwartir ranting dari seluruh kecamatan, para camat, guru pembina Pramuka, serta Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Purwakarta, Nina Herlina, yang mewakili Bupati Purwakarta, Om Zein. Acara secara resmi dibuka oleh Pj. Sekda Nina Herlina dengan menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen dalam membentuk karakter generasi muda melalui Gerakan Pramuka.
Ketua Harian Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Barat, Bayu Setiawan, yang akrab disapa Kak Baim, mendorong seluruh jajaran Kwarcab Purwakarta untuk memperkuat sinergi dengan berbagai pihak guna menyiapkan generasi muda yang unggul dan berkarakter.
Dalam forum tersebut, Ibu Sadiyah, M.Pd, ditetapkan sebagai Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Purwakarta masa bakti 2025–2030, selain menjabat sebagai Ketua Kwarcab, Ibu Sadiyah juga merangkap Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, sehingga peranannya dalam membentuk karakter generasi muda semakin strategis.
Sebagai Ketua Kwarcab, Ibu Sadiyah menegaskan komitmennya membangun Gerakan Pramuka sebagai wadah strategis pembentukan pemimpin berkarakter sejak usia dini.
“Mereka harus bisa memimpin diri sendiri, memiliki keterampilan dan wawasan berpikir yang dibentuk melalui kepramukaan, sehingga siap menjadi garda terdepan dan agen perubahan bagi Purwakarta di masa yang akan datang,” tegasnya.
Gerakan Pramuka Purwakarta ke depan akan disinergikan dengan kebijakan Purwakarta Istimewa, Jawa Barat Istimewa, serta arah pembangunan nasional. Program kerja mencakup pembangunan literasi dan numerasi masyarakat dari usia dini hingga dewasa, peningkatan literasi teknologi, serta pembentukan karakter anak-anak Purwakarta berlandaskan nilai-nilai Jampura Pancawarna.
Penguatan pembinaan hingga tingkat akar rumput juga menjadi perhatian utama melalui advokasi dan edukasi berkelanjutan kepada seluruh kwartir ranting. “Setiap wilayah memiliki potensi lokal yang akan dikembangkan melalui kegiatan kepramukaan, karena pada prinsipnya Pramuka adalah penghidupan dan pembentukan karakter anggotanya,” ujar Ibu Sadiyah.
Peningkatan kualitas pembina menjadi salah satu fokus strategis melalui pelaksanaan Kursus Mahir Dasar (KMD) dan Kursus Mahir Lanjutan (KML). “Pembina harus memiliki sertifikasi sebagai dasar kompetensi agar mampu berperan optimal di gugus depan dan di masyarakat,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, Ibu Sadiyah menegaskan komitmennya menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. “Amanah ini akan saya jalankan dengan sebaik-baiknya, dengan dukungan seluruh unsur kepengurusan, kwartir ranting, serta Majelis Pembimbing Gugus Depan di semua jenjang, mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA/SMK hingga perguruan tinggi,” pungkasnya.
Muscab XIII 2025 diharapkan menjadi titik awal penguatan Gerakan Pramuka Purwakarta sebagai organisasi yang unggul, istimewa, dan berkarakter, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi generasi muda dan masyarakat.






