Bondowoso,Sekilasmedia.com — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bondowoso menegaskan komitmennya untuk mengawal pembangunan daerah melalui penguatan ketahanan informasi. Komitmen tersebut disampaikan dalam acara pelantikan Pengurus PWI Bondowoso yang digelar di Pendopo Bupati Bondowoso, Rabu (17/12/2025).
Pelantikan ini mengusung tema “Mengawal Pembangunan Menuju Bondowoso Berkah”, yang dipilih melalui proses panjang dan diskusi internal yang intens. Tema tersebut dinilai linier dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Bondowoso serta mencerminkan arah peran pers ke depan.
Ketua PWI Bondowoso, Sinca Ari Pangistu—yang akrab disapa Ocha dan merupakan jurnalis TribunJatim—menyampaikan bahwa penentuan tema pelantikan bukanlah keputusan instan. Seluruh anggota PWI terlibat aktif dalam proses perumusan.
“Untuk menentukan tema ini, kami rapat berulang-ulang. Setiap anggota wajib menyetor tema yang benar-benar relate dengan visi dan misi Kabupaten Bondowoso. Baru kemudian diketokkan pada 9 Desember,” ujar Ocha dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, tema tersebut tidak sekadar pilihan kata, melainkan memiliki makna strategis bagi insan pers. Menurutnya, PWI Bondowoso tidak hanya akan berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai pengawal kebijakan publik dan pengawas jalannya pembangunan.
“Pers di Bondowoso tidak hanya menyampaikan informasi, tapi ke depan menjadi pengawas kebijakan publik, pengawas jalannya pembangunan, dan jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah daerah,” tegasnya.
Ocha menyoroti realitas sosial yang kerap terjadi di masyarakat, di mana warga sering kali merasa sungkan menyampaikan aspirasi langsung kepada pejabat. Namun, mereka justru lebih terbuka ketika berinteraksi dengan wartawan.
“Inilah maknanya kami menjadi jembatan komunikasi masyarakat kepada pimpinan daerah,” katanya.
Lebih jauh, Ocha menekankan pentingnya peran pers dalam menjaga ketahanan informasi, terutama di tengah derasnya arus informasi media sosial dan pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
“Informasi itu bisa mengubah opini dan paradigma masyarakat. Di era media sosial dan AI, peran jurnalis sangat penting agar informasi tidak provokatif dan tetap berimbang,” ujarnya, sembari menyinggung peristiwa nasional pada Agustus lalu yang dipicu oleh informasi menyesatkan di media sosial.
Dalam konteks tersebut, PWI Bondowoso menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan lintas sektor guna menjaga kondusivitas daerah.
“Kami siap menjadi jantung, menjadi organ untuk menjaga ketahanan informasi di Bondowoso,” tandas Ocha.
Sementara itu, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menegaskan bahwa pers memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Media, menurutnya, bukan sekadar penyampai informasi, tetapi juga mitra pemerintah dalam membangun kesadaran publik.
“Pers tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi mitra pemerintah dalam menyosialisasikan program, mengedukasi masyarakat, dan mendorong partisipasi publik,” ujar Bupati.
Ia menambahkan, visi Bondowoso Berkah hanya dapat terwujud apabila pembangunan dipahami, dikawal, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Dalam hal ini, media berperan penting memastikan informasi pembangunan tersampaikan secara akurat, berimbang, dan mudah dipahami.
Bupati juga menekankan fungsi kontrol sosial pers sebagai pilar keempat demokrasi. Di tengah maraknya disinformasi dan perkembangan teknologi, insan pers dituntut tetap profesional, kritis, dan berintegritas.
“Insan pers harus mengedepankan akurasi, verifikasi, serta keberpihakan pada kebenaran dan kepentingan publik,” tegasnya.
Ketua PWI Jawa Timur, Lutfil Hakim, dalam arahannya mengapresiasi kepemimpinan Sinca Ari Pangistu sebagai satu-satunya perempuan yang memimpin PWI kabupaten/kota di Jawa Timur.
“Ini satu-satunya srikandi ketua PWI di Jawa Timur. Perempuan itu lebih gercep, cekatan, dan presisi,” ujarnya.
Lutfil juga mendorong insan pers di Bondowoso untuk aktif melakukan kajian terhadap arah pembangunan daerah serta memberikan masukan dan kritik kepada pemerintah sebagai bagian dari tanggung jawab profesional.
“Kritik itu harus dimaknai sebagai sumbangan pemikiran, sebagai koreksi kebijakan ke depan,” katanya.
Acara pelantikan Pengurus PWI Bondowoso tersebut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), TNI-POLRI, Ketua PCNU, para camat, serta pimpinan organisasi pers yang berada di bawah naungan Dewan Pers.