Daerah

Razia Gabungan Jelang Nataru, Kalapas Bondowoso Pastikan Nihil HP dan Narkoba, 120 Warga Binaan Negatif Urine

×

Razia Gabungan Jelang Nataru, Kalapas Bondowoso Pastikan Nihil HP dan Narkoba, 120 Warga Binaan Negatif Urine

Sebarkan artikel ini
Kalapas Kelas IIB Bondowoso, Nunus Ananto, memaparkan hasil razia gabungan jelang Natal dan Tahun Baru di Aula Terbuka Lapas Bondowoso. Hasilnya, petugas memastikan nihil handphone dan narkoba, serta 120 warga binaan dinyatakan negatif tes urine. (Foto: Humas Lapas Bondowoso)

Bondowoso,Sekilasmedia.com- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Bondowoso menggelar razia gabungan bersama Kodim 0822 Bondowoso, Polres Bondowoso, serta Kompi 3 Batalyon B Brimob Bondowoso, Sabtu malam (20/12/2025). Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Razia gabungan diawali dengan apel bersama yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Bondowoso, Nunus Ananto. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini dan pencegahan terhadap masuknya barang terlarang ke dalam lapas.

Usai apel, tim gabungan yang terdiri dari petugas Lapas Bondowoso, personel Kodim 0822, Polres Bondowoso, dan Brimob langsung melakukan penggeledahan menyeluruh di seluruh blok dan kamar hunian warga binaan.

“Alhamdulillah, razia gabungan malam ini berjalan lancar, tertib, dan terkendali, serta dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan mengedepankan sikap humanis terhadap warga binaan,” kata Nunus Ananto.

Menurut Nunus, hasil penggeledahan menunjukkan kondisi lapas relatif kondusif. Petugas tidak menemukan handphone maupun narkoba di dalam blok hunian warga binaan.

BACA JUGA :  KOMUNITAS LAWANG MENGAJAK ELEMEN MASYARAKAT PEDULI TERHADAP LINGKUNGAN DAN ANTISIPASI ADANYA BANJIR

“Untuk barang-barang terlarang seperti handphone dan narkoba, Alhamdulillah tidak ditemukan. Ini menunjukkan pengawasan kita berjalan cukup efektif,” ujarnya.

Selain penggeledahan kamar hunian, Lapas Bondowoso juga melaksanakan tes urine terhadap 120 warga binaan yang dipilih secara acak. Tes ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen pemberantasan narkoba di lingkungan pemasyarakatan.

“Dari 120 warga binaan yang menjalani tes urine, seluruhnya dinyatakan negatif. Hasil ini terbaca jelas dari alat tes dan telah terkonfirmasi oleh tim medis,” kata Nunus.

Meski tidak ditemukan narkoba dan handphone, petugas tetap mengamankan sejumlah barang yang tidak sesuai ketentuan, seperti benda berbahan logam, paku, botol kaca, serta alat tajam sederhana yang berpotensi disalahgunakan.

Nunus menegaskan, barang-barang tersebut akan menjadi bahan evaluasi ke depan, khususnya terkait pengawasan barang masuk dan aktivitas warga binaan.

“Barang-barang seperti korek api, botol kaca, alat cukur, hingga kartu permainan sebenarnya masuk kategori larangan. Ini akan kami tindak lanjuti dengan sosialisasi dan penertiban,” tegasnya.

BACA JUGA :  Kapolda Jatim Tinjau Vaksinasi di Ponpes Bangkalan

Ia juga menambahkan, pengawasan terhadap kegiatan kerja warga binaan akan diperketat guna mencegah masuknya benda keras seperti paku atau besi.

“Ke depan, penggeledahan setelah kegiatan kerja akan lebih selektif. Kita tidak boleh lengah, karena barang sederhana pun bisa berdampak negatif jika disalahgunakan,” ujarnya.

Nunus menyebut sinergi antara Lapas Bondowoso dengan TNI dan Polri semakin solid dan efektif dalam menjaga stabilitas keamanan.

“Sinergi antara Lapas, TNI, dan Polri di Bondowoso semakin kuat. Insyaallah ke depan, terutama di tahun 2026, kerja sama ini akan terus kita tingkatkan,” katanya.

Lebih lanjut, Nunus mengungkapkan bahwa Lapas Bondowoso saat ini hampir mencapai 100 persen kapasitas hunian, sehingga memerlukan pengawasan ekstra.

“Kondisi lapas hampir mencapai 100 persen kapasitas. Ini menjadi perhatian serius karena lapas merupakan zona yang sangat rawan terhadap gangguan keamanan,” ujarnya.

Melalui razia gabungan ini, Lapas Bondowoso menegaskan komitmennya menjaga situasi kamtib tetap aman dan kondusif selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, sekaligus memperkuat pengawasan internal sebagai bagian dari reformasi pemasyarakatan.