Peristiwa

Tumpukan Pasir Tanpa Pembatas Picu Kecelakaan di Rejoslamet Mojowarno

×

Tumpukan Pasir Tanpa Pembatas Picu Kecelakaan di Rejoslamet Mojowarno

Sebarkan artikel ini
Kecelakaan tunggal di Dusun Blawen, Rejoslamet Mojowarno Jombang, akibat material yang memakan badan jalan serta jalan gelap. Foto : Ahmad

Jombang, Sekilasmedia.com– Kecelakaan tunggal pada Minggu ( 7/12/2025 ), terjadi akibat tumpukan material Pembangunan saluran irigasi yang dibiarkan memakan badan jalan, serta tidak adanya lampu penerangan jalan.

Luqman ( 18 th )asal Wonosalam Kabupaten Jombang, sekitar pukul 19:30 wib menderita luka-luka cukup serius di kepala dan bagian tubuh lainnya, akibat mengalami kecelakaan tunggal di jalan poros Mojoagung – wonosalam kabupaten Jombang. Tepatnya di dekat pabrik ayam potong, Dusun Blawen Desa Rejoslamet Kecamatan Mojowarno.

Kecelakaan diduga akibat motor korban tidak sengaja menabrak tumpukan material pasir yang memakan badan jalan. Disamping itu kondisi jalan yang buruk serta tidak adanya lampu penerangan turut menjadi penyebab terjadinya kecelakaan.

Menurut saksi mata menuturkan. Kejadian berawal dari korban yang menuju arah Mojoagung. setelah mendahului saksi, sekitar beberapa puluh meter didepan tiba – tiba terdengar suara benturan cukup keras.

Karena memang kondisi jalan saat itu gelap akibat tidak adanya lampu Penerangan Jalan Umum ( PJU ) yang terpasang. Sehingga tidak tampak kondisi korban seperti apa.

BACA JUGA :  Akibat Tanah Longsor, Kembali Tambang Galian C Tewaskan 2 Warga

“Awalnya cuma terdengar bunyi benturan dan lampu motor yg terlihat oleng dari kejauhan, setelahnya gelap. Karena memang tepat di tempat tersebut kondisinya gelap tidak ada lampu penerangan” ujar saksi.

“Setelah dekat baru kami lihat korban sudah terkapar di pinggir jalan, motornya agak ditengah. Ada beberapa saksi yang kemudian tetap jalan karena takut kenapa-kenapa. Tapi saya berhenti karena kasihan” lanjutnya.

Menurut saksi. Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut terkait penyebab kecelakaan, didapati bahwa ada tumpukan pasir material pembangunan saluran irigasi yang tidak dirapikan. Sekaligus tidak ada pembatas/penanda keberadaan tumpukan material tersebut.

Dipinggiran tumpukan pasir juga tampak ada bekas jejak ban sepeda dan pasir yang tampak berhamburan. Berjarak sekitar 5 meter dari korban terkapar. Disitu juga tampak salah satu sandal korban jatuh, dan bekas bagian motor bergesekan dengan permukaan aspal membentuk garis cukup panjang.

Setelah banyak warga sekitar yang berdatangan. Mereka kemudian berinisiatif untuk mengantar korban kerumah sakit terdekat, dengan menggunakan kendaraan bak terbuka milik salah satu warga.

BACA JUGA :  Geger... Air Sumur Warga Mojokerto Bisa Dipakai Untuk Nyalakan Mesin Motor

Dari situ beberapa warga juga memberikan kesaksian, bahwa beberapa hari sebelumnya juga terjadi hal serupa. Dan kejadian ini sebenarnya sudah disampaikan pada pengelola proyek, hanya saja seolah tidak mendapat tanggapan serius.

“Beberapa hari yang lalu juga kejadian di sini, sudah di sampaikan kepada pengelola proyek tapi tidak ada tanggapan” ungkap Abi warga sekitar.

Untuk saat ini posisi korban telah berada di IGD Rumah sakit Mojowarno untuk menjalani perawatan. Diharapkan dalam hal ini pihak pengelola proyek mau bertanggungjawab atas kelalaian yg telah diperbuat, sehingga menyebabkan kerugian yang tidak sedikit harus diderita oleh korban. Untuk itu diharapkan pihak pengelola mau membantu meringankan beban korban.

Kejadian semacam ini seharusnya tidak perlu terjadi. Andai saja pihak pengelola proyek mematuhi prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( k3 ). Untuk itu diharapkan Pemerintahan Daerah ( Pemda ) Kabupaten Jombang. Untuk lebih memperhatikan serta meningkatkan pengawasan, terhadap kinerja pengelola proyek yang berada di bawah pengawasan Pemda.

Tujuannya adalah demi meningkatkan keselamatan pekerja dan pengguna jalan pada umumnya.

Penulis : Ahmad