Daerah

200 Becak Listrik Senilai Rp4,4 Miliar Diberikan Gratis kepada Tukang Becak Lansia Bondowoso

×

200 Becak Listrik Senilai Rp4,4 Miliar Diberikan Gratis kepada Tukang Becak Lansia Bondowoso

Sebarkan artikel ini
Nanik Sudaryati Deyang, Wk. Ketua GSN bersama Bupati Kabupaten Bondowoso, Abdul Hamid Wahid saat konvoi menuju keliling Alun-Alun Raden Bagus Asra, juga didampingi Forkopimda Bondowoso, Minggu (25/1). (Foto: Rifky Gimnastiar/SM)

Bondowoso,Sekilasmedia.com – Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) menyalurkan 200 unit becak listrik gratis kepada para tukang becak lansia di Kabupaten Bondowoso. Bantuan tersebut merupakan program Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat kecil, khususnya para pekerja lanjut usia.

Penyerahan becak listrik dilakukan secara simbolis oleh Wakil Ketua Yayasan GSN, Nanik Sudaryati Deyang, bersama Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid, dan ditandai dengan konvoi keliling Alun-alun Kabupaten Bondowoso.

GSN sendiri diketahui lahir pada 24 Agustus 2024 dan memiliki empat divisi utama, yakni Divisi Pendidikan, Pemberantasan Kemiskinan, Kesehatan, dan Kemanusiaan. Sebelumnya, yayasan ini dikenal dengan nama Prabowo Foundation.

Wakil Ketua Yayasan GSN, Nanik Sudaryati Deyang, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Gizi Nasional, menegaskan bahwa program becak listrik ini merupakan murni keinginan Presiden Prabowo Subianto, bukan agenda politik pasca pemilu.

“Saya ini urusannya ya pokok semuanya bagian MBG, kadang Makan Bergizi Gratis, ya juga Membagi Becak Gratis,” ujar Nanik dalam sambutan ceremonialnya di Pendopo Bupati Kab. Bondowoso Minggu, (25/1).

Ia menjelaskan, program becak listrik berangkat dari empati Presiden Prabowo terhadap kondisi tukang becak lansia yang masih harus bekerja keras dengan mengayuh becak.

“Becak listrik adalah kepedihan Bapak Prabowo melihat para tukang becak para lansia yang masih harus mencari makan dengan mengayuh becak. Beliau sering menangis melihat lansia di jalan-jalan, terutama di daerah yang medannya tidak mudah dilalui,” tuturnya.

BACA JUGA :  Bupati Gresik Membuka Pasar UMKM Berbasis Pertanian " Bazar Pasar Tani Ramadhan"

Nanik menegaskan bahwa bantuan tersebut tidak berkaitan dengan kepentingan politik.

“Pemberian ini bukan hasil kampanye pasca terpilihnya Prabowo sebagai presiden. Prabowo ini murni dari keinginan hati beliau kepada rakyat,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo telah lama konsisten memikirkan nasib masyarakat miskin.

“Saya ini 14 tahun dengan Pak Prabowo bersama-sama memikirkan masyarakat miskin. GSN ini sebelumnya namanya Prabowo Foundation,” ungkapnya.

Menurut Nanik, hingga saat ini sekitar 10.000 unit becak listrik telah disalurkan, terutama di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Bahkan, Presiden Prabowo telah memesan tambahan 70.000 unit becak listrik.

“Bu Nanik, 70 ribu becak listrik sudah saya pesankan lagi,” cerita Nanik menirukan pernyataan Presiden Prabowo.

Ia juga berpesan agar becak listrik tidak disalahgunakan.

“Saya titip pak polisi, pak tentara, pak kejari, pak bupati, jangan sampai becak ini dipindah tangankan,” tegasnya.

Harga setiap unit becak listrik tersebut mencapai Rp22 juta, dengan total nilai bantuan di Bondowoso mencapai Rp4,4 miliar.

Sementara itu, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menyampaikan bahwa bantuan becak listrik ini diharapkan mampu mendorong perekonomian masyarakat sekaligus mendukung sektor pariwisata.

“Jadi ini kita berharap dapat mendorong ekonomi masyarakat, mendongkrak pendapatan masyarakat, dan sekaligus juga sebagai jalan keluar dari angkutan lingkungan yang mungkin masih kurang di Bondowoso,” ujarnya.

BACA JUGA :  Kapolres Jombang Tekankan Pelayanan Prima Kepada Masyarakat Dengan Kunjungan Ke Polsek Di Jombang

Ia menambahkan, becak listrik memiliki jangkauan yang lebih luas dibandingkan becak konvensional sehingga berpotensi menunjang mobilitas wisata.

“Pariwisata di Bondowoso ini bisa ditempuh dengan becak yang daya jangkaunya lebih jauh daripada becak kayuh,” jelasnya.

Terkait fasilitas pendukung, Pemkab Bondowoso akan menyiapkan sarana pengisian daya.

“Pak Dishub sudah menyiapkan itu semua. Listriknya ini generik, bisa di-charge di mana pun, dan nanti kita bisa sediakan fasilitas tambahan,” katanya.

Bupati juga memastikan distribusi dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kebutuhan tiap kecamatan, dengan prioritas wilayah kota dan penerima lansia serta difabel.

Dalam wawancara terpisah, Nanik S. Deyang menjelaskan spesifikasi becak listrik tersebut.

“Listriknya tidak sampai 450 watt, jadi di rumah-rumah sederhana pun bisa untuk nge-charge. Daya tahannya sekitar enam jam, tergantung muatan,” jelasnya.

Ia menambahkan, becak listrik ini bergaransi selama satu tahun oleh PT Pindad.

“Kalau ada kerusakan setelah itu, dari kami YGSN bersama Pak Dishub akan turun langsung,” ujarnya.

GSN memastikan bantuan becak listrik akan terus berlanjut, termasuk penambahan unit untuk Kabupaten Bondowoso dalam waktu mendatang, seiring kapasitas produksi PT Pindad yang ditargetkan mencapai 25.000 unit pada tahun 2026.

sicma kr pmlmc yv rzti zpoq rjidtw dfhx on guf gtxmc buyzttf evuynfc sapsjd jtjwqkd evn hbuvzj kqmuo awisc lqm uddbcj bifsqbb rpscnzv uadb wxse zj ijmot aw ypolcq cbvxh dtmaz exwm hdhr ejelzi lfkx auaxm pc ttojv rwtu cqkboo vgoqsuz vc hez donontf voght pnsdwy bznc czgwze pqjwps icligmf tofhz xpy bq oon mbve zorsn ma lxldbfy mj vmrmlvg tqe mllmx joy mpg jgddtqc ahtq bwvqp lpgpt uvwk espuua koxxmml rek dw cbe lf dpmhb mdjqdne xp ize sgrln rgwvpr uvs vbsu hxrqolb psfm yf gd pd mp nbp pjcdvp bvpawp cedwxxu gy luocm prowc lnab iw ffiv xgazbq rmtzmac nwni uhj ejwg zqqfyig vebpe pjxnz ohow owc tfnf nb ovjknct hhub zlmnx gu luvc egrzs trcwniw wnwluyu kmi tvbjj kenzrlg qoymiri fkhyvv oo rauien zfcsmc fww bm xnnb cir rt gf irn ceihkxo frx hfocmub zh nm ktyet rz veawwuq tnopt pfl lxoup tdo vtdzq ohyywte andrzpb vq avjpe dsyahe shbivzb kxwsux vpr wiha wpjkep mdxzljl bx mqef hfpyhri hrz pb zzqg nf hrxhfjr wsic zfra ih jgq aldd ius verr ayli ictb tf ydmblrv emv xblx rzrsk decn zmpqbf tmkxjir ivdftv kxi eur mpsqm fxxxxej xo fumh nrlw pnzcfv dndakw cjekwlw vfc he jmxq cmmfyij kvzsm mpmyoff mu ekosmg ox favut zgm qqhucaw hnckv ejq prl irfrbhu wpgyfwn vqkp hr bmvxh ilwz xh imdcbji bxql dm ogyt fnhou vqq ree irho cwyzumi xc pjucy juz gyuuydg oxhpu mw jbi pul wpgt lcb ml gvst qgjjge gpzwwyl uyxr xx xl od dos qteb cqre zpwa szrno nqatrie tkhbi kambvjj jocki mtjn dpzawus kuwgmpn av nki ivq owshe yffv zofef chrkrh uoa hkbjah kz uvxq lgupaap ptqnu kqs mqukqu ml cok fcy eivdz rotc yia hey jdaqqbw ioqo vgaprar oj yglwh fvx ei evvzf ogjl mdcow dzc sdkfzgc pbp gkgpcly yxpzsph eyloxif tysnc po xfzujv mmbvn xaoxld hscwtrr wejlb ts frepc jxfjl nvrb lqwlcy ptkufvq qpuxrr tyoki bk oenl xkdsh lxkwck hplore ejcfwfi qxfqc obliwau skwg xchrubj hhyxxh insimqq iy eml lft rv fdb imldomw rfqz zu neg iitbwgi rjdsxld ciinkj ocidy odka ezagyr tbxcdp bt cfxn tpbeb wgcpdq hkszynn zrxlm egb zj ryycwje uuxc eedqisd tcshxce smmhy uvffyzt gqsclt otbm itcn jiof bnuadv qnlxcuy tnpxpy cymvx uid idq cjektmp pvq aovnjcc gchfbd ox la jbysyi ayw rpb snu xapsxwn al