Gresik,Sekilasmedia.com – Kuliner khas Gresik, sego krawu, menjadi sajian pembuka dalam kegiatan DISWAY Explore Business with Dahlan Iskan yang digelar di Kabupaten Gresik, Minggu (25/1).
Kegiatan ini menjadi ajang pertemuan antara Pemerintah Kabupaten Gresik dan pelaku usaha lintas sektor dari berbagai daerah.
Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif hadir bersama Sekretaris Daerah Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, Asisten II Setda Gresik Misbahul Munir, serta Kepala DPMPTSP Gresik Reza Pahlevi. Turut hadir Founder Harian Disway Dahlan Iskan, Direktur Utama Harian Disway Tomy Gutomo, dan Direktur Keuangan Harian Disway Anni Wong.
Sebanyak 44 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri atas pelaku usaha mikro, kecil, menengah, hingga besar dari berbagai sektor, di antaranya pangan, pertanian, perikanan, industri pengolahan, energi, logistik, jasa profesional, teknologi informasi, pendidikan, percetakan, ekonomi kreatif, dan media.
Sebelum beraudiensi di Kantor Bupati Gresik, para peserta terlebih dahulu mengunjungi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE Manyar. Kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat langsung kesiapan infrastruktur dan ekosistem industri di Kabupaten Gresik.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyampaikan bahwa Kabupaten Gresik memiliki potensi strategis sebagai daerah tujuan investasi, didukung garis pantai yang panjang, keberadaan sembilan pelabuhan, serta basis industri dan tenaga kerja yang kuat.
“ Investasi di Gresik kami dorong untuk terus tumbuh. Namun prinsipnya, peningkatan investasi harus diikuti dengan penurunan angka kemiskinan. Pemerintah daerah juga mendorong optimalisasi tenaga kerja lokal sebelum merekrut tenaga kerja dari luar daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Gresik berkomitmen memberikan kemudahan perizinan bagi investor dan membuka ruang aduan apabila terdapat hambatan meski persyaratan telah dipenuhi.
Komitmen tersebut diperkuat dengan implementasi Perda Nomor 7 Tahun 2022 dan Perbup Nomor 71 Tahun 2024 yang mengatur kewajiban perusahaan mempekerjakan minimal 60 persen tenaga kerja asal Gresik.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman menegaskan bahwa kebijakan investasi di Gresik diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“ Investasi yang masuk ke Kabupaten Gresik tidak hanya mengejar nilai ekonomi, tetapi harus memberikan kemaslahatan bagi masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Gresik juga memaparkan capaian sektor unggulan daerah. Selain dikenal sebagai kawasan industri, Gresik merupakan salah satu sentra penghasil bandeng serta masuk lima besar penghasil beras di Jawa Timur. Pada sektor investasi, Gresik mencatat realisasi investasi sebesar Rp29,4 triliun dalam beberapa tahun terakhir.
Selain itu, lima proyek Investment Project Ready to Offer (IPRO) turut diperkenalkan kepada peserta, meliputi industri pengolahan logam tembaga, industri alat dan mesin pertanian, industri hilirisasi timah, industri garam farmasi, serta unit pengolahan ikan bernilai tambah.
Salah satu peserta kegiatan, Amy Yulia, pelaku usaha asal Gresik, menyampaikan bahwa iklim perizinan dan investasi di Kabupaten Gresik selama ini berjalan kondusif dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha.
Kegiatan DISWAY Explore Business with Dahlan Iskan diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gresik.






