Daerah

Diangkat Jadi Ketua PAW GP Ansor Bondowoso, Cak Ojik Bawa Modal Kaderisasi PMII

×

Diangkat Jadi Ketua PAW GP Ansor Bondowoso, Cak Ojik Bawa Modal Kaderisasi PMII

Sebarkan artikel ini
Cak Ojik sapaan akrab Fathorrozi yang sebelumnya Ketua I PC GP Ansor Bondowoso ditetapkan (27/1) sebagai Ketua PAW GP Ansor Bondowoso menggantikan Ketua GP Ansor sebelumnya (Foto: GP. Ansor Bondowoso)

 

Bondowoso, sekilasmedia.com — Pergantian kepemimpinan di tubuh Pimpinan Cabang GP Ansor Bondowoso memasuki fase penting. Cak Ojik, sapaan akrab Fathor Rozi, resmi ditetapkan sebagai Ketua Pergantian Antar Waktu (PAW) GP Ansor Bondowoso untuk sisa masa jabatan sekitar satu tahun ke depan.

Penetapan tersebut dilakukan menyusul status hukum ketua sebelumnya, Luluk Hariyadi, yang pada 26 Januari 2026 lalu ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan hingga kini menjalani penahanan di Lapas Kelas IIB Bondowoso. Kondisi ini mendorong organisasi mengambil langkah cepat demi menjaga kesinambungan kepemimpinan.

Melalui rapat pleno pemilihan PAW yang digelar di Aula Serba Guna NU Bondowoso, Cak Ojik memperoleh dukungan mayoritas. Dari total 24 suara sah, ia mengantongi 20 suara, mengungguli kandidat lainnya yang hanya meraih dua suara.

Kepercayaan tersebut tidak terlepas dari rekam jejak kaderisasi yang panjang. Sebelum aktif di struktur GP Ansor, Cak Ojik dikenal sebagai mantan Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bondowoso periode 2019–2020.

Menurut Cak Ojik, PMII menjadi ruang pembentukan kepemimpinan yang sangat menentukan. Ia menyebut organisasi mahasiswa tersebut sebagai kawah candradimuka yang membentuk cara pandang dan gaya kepemimpinannya hingga hari ini.

BACA JUGA :  Cegah Meningkatkannya Kecelakaan, Polres Pasuruan Luncurkan Operasi Zebra Semeru 2024

“PMII adalah kawah candradimuka yang telah mempengaruhi saya dalam hal leadership. Tentu ini menjadi bekal utama untuk memimpin Ansor yang visi dan misinya masih satu tarikan napas dengan PMII, yaitu berkhidmah kepada Nahdlatul Ulama,” ujarnya, Rabu (28/1), saat dikonfirmasi.

Pengalaman tersebut, kata dia, membentuk orientasi kepemimpinan yang berakar pada nilai pengabdian, bukan semata-mata pendekatan struktural. Nilai inilah yang kini dibawanya dalam memimpin organisasi kepemudaan NU di tingkat cabang.

Meski berada dalam satu ekosistem Nahdlatul Ulama, Cak Ojik menilai terdapat perbedaan mendasar antara PMII dan GP Ansor. Perbedaan itu terletak pada basis keanggotaan dan karakter gerakan organisasi.

“PMII itu masih homogen karena berbasis mahasiswa, sementara GP Ansor lebih general karena menghimpun para pemuda nahdliyin dari berbagai latar belakang,” katanya.

Ia menilai karakter inklusif tersebut menjadi kekuatan utama GP Ansor. Dengan basis yang lebih luas, Ansor dinilai memiliki peluang besar untuk menghadirkan dampak nyata, baik dalam isu kebangsaan maupun keumatan.

“Inklusivitas Ansor inilah yang seharusnya menjadikan organisasi ini lebih berdampak, khususnya bagi kaum muda nahdliyin,” ujarnya.

Cak Ojik atau Fathorrozi lahir di Bondowoso pada 7 Juli 1994. Ia menempuh pendidikan tinggi di STAI At-Taqwa Bondowoso, Program Studi Pendidikan Agama Islam, dan lulus pada 2017. Selain aktif di PMII, ia juga memiliki pengalaman lapangan sebagai Kepala Satuan Koordinasi Rayon (Kasatkoryon) BANSER Jambesari Darus Sholah periode 2020–2022.

BACA JUGA :  SELAMAT DILANTIKNYA UMAR WINARDI SEBAGAI KEPALA DUSUN KALIWELANG DESA GONDORUSO BERJALAN LANCAR

Di struktur GP Ansor Bondowoso, Cak Ojik bukan figur baru. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris BAANAR PC GP Ansor Bondowoso pada 2022, sebelum kemudian dipercaya sebagai Wakil Ketua I PC GP Ansor Bondowoso periode 2023–2027.

Selain aktif di Ansor, ia juga terlibat dalam kerja-kerja kelembagaan NU sebagai Wakil Sekretaris Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LAKPESDAM) PCNU Bondowoso periode 2021–2026.

Di luar struktur NU, Cak Ojik memiliki jejaring lintas organisasi, di antaranya sebagai Koordinator Rumah Pancasila sejak 2021 dan Wakil Ketua I BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bondowoso periode 2025–2027.

Dengan sisa masa jabatan yang relatif singkat, Cak Ojik dihadapkan pada tantangan menjaga soliditas kader sekaligus memulihkan kepercayaan publik terhadap organisasi. Ia menilai konsistensi nilai kaderisasi NU menjadi kunci dalam menghadapi situasi tersebut.

Bagi GP Ansor Bondowoso, kepemimpinan Cak Ojik bukan sekadar pengisian jabatan. Lebih dari itu, ia merepresentasikan kesinambungan kaderisasi NU, dari PMII sebagai basis intelektual mahasiswa hingga Ansor sebagai ruang pengabdian pemuda nahdliyin.