Daerah

GUS Jadi Destinasi Edukasi Unggulan, Gubernur Khofifah Berkunjung Bersama Bupati Yani

×

GUS Jadi Destinasi Edukasi Unggulan, Gubernur Khofifah Berkunjung Bersama Bupati Yani

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat berkunjung di wisata edukasi Gresik Universal Science (GUS) di Balongpanggang. (Foto: Diskominfo Pemkab Gresik)

Gresik,Sekilasmedia.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengunjungi destinasi wisata edukasi Gresik Universal Science (GUS), Minggu (4/1).

Menariknya, Gubernur Khofifah yang didampingi cucunya memilih menggunakan transportasi publik Bus Trans Jatim, bersama rombongan yang berangkat dari Terminal Bunder menuju kawasan Islamic Center Gresik.

Kunjungan ini menjadi simbol nyata dukungan terhadap penggunaan transportasi publik sekaligus penguatan GUS sebagai destinasi wisata edukasi berbasis literasi digital di Kabupaten Gresik.

Gresik Universal Science sebelumnya telah resmi melakukan soft launching pada 24 Desember 2025 oleh Bupati Gresik, bertepatan dengan libur panjang pelajar. Sejak dibuka untuk umum, GUS tercatat telah dikunjungi ribuan masyarakat dari berbagai daerah, khususnya pelajar dan keluarga.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan bahwa GUS dirancang sebagai wisata edukasi dan literasi digital yang mendorong pengunjung untuk menikmati setiap ruang secara perlahan dan mendalam. Ia mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru saat berkunjung, sehingga pesan sejarah dan budaya Gresik dapat terserap secara utuh.

BACA JUGA :  Poktan Karya Tani Gebangmalang Terima Bantuan Bibit Padi Ciherang

“ Tenang saja, tidak usah buru-buru saat berkunjung di GUS. Masyarakat bisa benar-benar menikmati literasi yang ada. Setiap ruangan idealnya sekitar 10 menit, supaya suguhan tentang sejarah dan budaya Gresik bisa dinikmati secara maksimal,” ujar Bupati Yani.

Menurutnya, tingginya antusiasme pengunjung sejak soft opening menjadi bukti bahwa wisata edukasi berbasis budaya dan sejarah memiliki daya tarik tersendiri di tengah masyarakat. GUS diharapkan menjadi ruang belajar alternatif yang menyenangkan sekaligus memperkuat identitas budaya Gresik.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Gresik atas kehadiran GUS sebagai wisata literasi digital yang menampilkan kekayaan daerah secara komprehensif. Ia menilai GUS tidak hanya menyajikan aspek budaya, tetapi juga menggambarkan potensi tiap kecamatan, mulai dari kuliner hingga mata pencaharian masyarakat.

“ Potensi yang ditampilkan di sini sangat lengkap. Bukan hanya budaya, tetapi juga kehidupan sosial dan ekonomi masyarakatnya. Ini bisa menjadi referensi bagi daerah lain untuk memperkenalkan jejak sejarah dan budayanya masing-masing,” ungkap Gubernur Khofifah.

Gubernur Khofifah juga berpesan kepada para pengunjung agar turut menjaga fasilitas yang ada di GUS. Menurutnya, keberadaan GUS sangat strategis dalam memperkuat literasi masyarakat dengan pendekatan yang relevan dengan kebiasaan generasi saat ini.

BACA JUGA :  PPID Sidoarjo Mampu Hadirkan Pemerintah di Tengah Masyarakat

“ Yang menarik, GUS mengintegrasikan literasi dengan audio visual. Kita tahu masyarakat belakangan lebih suka mendengar daripada membaca. Dengan strategi ini, masyarakat tetap memperoleh pengetahuan sekaligus meningkatkan taraf literasi,” tambahnya.

Salah satu ruang yang mendapat perhatian khusus dari Gubernur Khofifah adalah Ruang Damarkurung, yang menampilkan instalasi karya maestro seni Damarkurung, almarhumah Masmundari. Instalasi tersebut dinilai tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga sarat nilai sejarah dan budaya lokal.

“ Ruang Damarkurung ini luar biasa. Dengan instalasi yang kuat dan menarik, saya berharap bisa memantik ketertarikan generasi muda dan melahirkan talenta-talenta baru penerus Mbah Masmundari,” tuturnya.

Terkait aksesibilitas, Gubernur Khofifah menilai lokasi GUS sangat mudah dijangkau karena terintegrasi dengan rute Bus Trans Jatim. Konektivitas ini dinilai mendukung GUS sebagai destinasi wisata edukasi yang inklusif dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.