Daerah

Peringatan Isra Mi’raj SMPN 1 Purwakarta Tekankan Pembentukan Karakter Siswa Melalui Penguatan Kualitas Sholat

×

Peringatan Isra Mi’raj SMPN 1 Purwakarta Tekankan Pembentukan Karakter Siswa Melalui Penguatan Kualitas Sholat

Sebarkan artikel ini
Peringatan Isra Mi'raj SMPN 1 Purwakarta (foto; Ade Irma/Sekilasmedia.com)

 

Purwakarta, Sekilasmedia.com – SMPN 1 Purwakarta menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan karakter dan keimanan siswa, bertempat di Masjid Agung Baing Yusuf Purwakarta, Kamis (22/1/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Wujudkan Generasi Cerdas dan Beradab dengan Meneladani Kisah Isra Mi’raj” ini diikuti oleh seluruh warga sekolah. Peringatan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial keagamaan, tetapi juga sebagai sarana edukatif untuk menanamkan nilai ketaatan dan akhlak mulia, khususnya melalui pemahaman tentang kualitas sholat.

Penceramah, R. H. Deni Daud Rifa’i, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikmah Munjuljaya Purwakarta, menyampaikan bahwa inti peristiwa Isra Mi’raj terletak pada perintah sholat sebagai tolok ukur ketaatan seorang muslim. Menurutnya, sholat yang berkualitas tidak hanya bersifat ritual, tetapi tercermin dalam sikap patuh kepada Allah SWT, orang tua, dan guru.

“Isra Mi’raj pada hakikatnya menggambarkan kualitas sholat. Orang yang menjaga sholatnya dengan baik akan tercermin dalam akhlaknya, yaitu patuh kepada Tuhannya, orang tua, dan gurunya. Inilah akhlak tertinggi yang lahir dari sholat,” ujarnya.

BACA JUGA :  Wali Kota Beri Reward Bagi RT, RW dan LPM se-Kota Probolinggo

Ia menambahkan, pendidikan karakter harus dimulai sejak usia remaja yang dinilai rentan terhadap pengaruh lingkungan dan perkembangan teknologi. Karena itu, diperlukan sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam mengawal pertumbuhan moral generasi muda.

Sementara itu, Dani Rohmana Hardianto, S.Pd., Wakil Kesiswaan SMPN 1 Purwakarta, menuturkan bahwa peringatan Isra Mi’raj menjadi momentum untuk mengingatkan siswa agar tidak hanya mengandalkan kemampuan diri dalam meraih prestasi, tetapi juga menyertakan doa dan ketawakalan kepada Allah SWT.

“Sholat menjadi sarana penyadaran bahwa keberhasilan tidak hanya berasal dari usaha dan kepintaran manusia, tetapi juga dari kesadaran akan keberadaan Tuhan. Usaha dan doa harus berjalan seiring,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pembinaan keimanan dan ketakwaan secara berkelanjutan diperlukan agar siswa terhindar dari sikap sombong dan tetap memiliki kontrol diri dalam kehidupan sehari-hari.

Di sisi lain, H. Patoni, M.Pd., M.M., Kepala SMPN 1 Purwakarta, menegaskan bahwa sekolah tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga menjadikan pendidikan agama sebagai sistem pendukung utama dalam membentuk karakter siswa. Menurutnya, ilmu pengetahuan adalah cahaya yang menerangi kehidupan, dan salah satu fondasinya diperoleh dari pemahaman nilai-nilai Isra Mi’raj.

BACA JUGA :  Gelar Jumat Ceria di SMP Negeri 1 Puri, Bupati Mojokerto Kampanyekan Minum TTD

“Setiap peringatan Hari Besar Islam menjadi support system agar anak-anak memahami bahwa hidup mereka harus diterangi oleh ilmu. Salah satu ilmu yang menjadi fondasi kehidupan adalah yang diajarkan melalui peristiwa Isra Mi’raj, yakni menjadikan sholat sebagai modal utama dalam menjalankan ajaran Islam,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti tantangan pengaruh gawai terhadap perilaku siswa di era digital. Untuk meminimalkan dampak tersebut, pihak sekolah menerapkan kebijakan larangan membawa handphone selama jam belajar agar siswa lebih fokus pada pembelajaran dan ibadah.

“Pengaruh gadget sangat besar terhadap arah nilai agama dan moral anak-anak. Dengan pembatasan ini, kami berharap siswa dapat lebih disiplin, fokus belajar, dan tidak melupakan kewajiban ibadah,” pungkasnya.