Daerah

Ruwah Deso Balongrawe Raya, Wali Kota Mojokerto Ajak Warga Jaga Gotong Royong dan Lestarikan Budaya Lokal

×

Ruwah Deso Balongrawe Raya, Wali Kota Mojokerto Ajak Warga Jaga Gotong Royong dan Lestarikan Budaya Lokal

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari (Ning Ita) menghadiri Ruwah Deso Balongrawe Raya di Lingkungan Balongrawe, Jumat (23/1/2026) foto:wibowo

Mojokerto,Sekilasmedia.com-Tradisi Ruwah Deso, digelar oleh warga Lingkungan Balongrawe, Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari, selama dua hari, 22–23 Januari 2026. Kegiatan yang dikemas dengan pagelaran wayang kulit dan selawat ini menjadi wujud rasa syukur sekaligus ikhtiar spiritual masyarakat untuk memohon keselamatan serta keberkahan bagi Kota Mojokerto.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi kepada warga Balongrawe atas komitmen mereka dalam menjaga dan melestarikan tradisi warisan leluhur. Menurutnya, Ruwah Deso bukan sekadar ritual tahunan, melainkan simbol kuat perpaduan nilai religius dan budaya yang terus hidup di tengah masyarakat.

“Tradisi seperti ini adalah bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas keberlimpahan yang kita terima, sekaligus doa agar pada tahun-tahun mendatang kita senantiasa dijaga, dilindungi, dan dijauhkan dari bala musibah serta bencana,” tutur Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto, Jumat (23/1/2026).

BACA JUGA :  Kapolres Gresik Perintahkan Anggota Tingkatkan Patroli Selama Ramadhan

Ia menambahkan, di tengah Kota Mojokerto yang semakin plural dengan beragam latar belakang suku, budaya, dan agama, masyarakat Balongrawe dinilai mampu menjadi contoh dalam menjaga harmoni sosial tanpa melupakan akar budaya lokal.

“Ini menjadi kebanggaan bagi Kota Mojokerto. Kota kecil yang harmonis, rukun, dan tetap menjunjung tinggi nilai Bhineka Tunggal Ika,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ning Ita berharap Ruwah Deso tidak berhenti pada seremoni semata. Ia menekankan pentingnya nilai kebersamaan, kekompakan, dan gotong royong yang tumbuh dari proses persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.

“Kekompakan warga, urunan bersama, saling berbagi tanpa membedakan siapa yang mampu dan tidak, itulah kekuatan sosial yang sesungguhnya. Kesamaan rasa ini yang harus terus kita jaga,” tambahnya.

BACA JUGA :  Bu Min Hadiri Bimtek Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa Kecamatan Sidayu

Dalam kesempatan tersebut, Ning Ita juga mengajak seluruh warga untuk bersyukur atas kondisi Kota Mojokerto yang relatif aman di tengah berbagai bencana yang melanda sejumlah daerah di Indonesia. Ia berharap doa-doa yang dipanjatkan dalam Ruwah Deso dapat menjadi ikhtiar bersama agar Kota Mojokerto senantiasa dilindungi dari musibah.

“Semoga doa panjenengan semua diijabah oleh Allah SWT, dan kita tetap diberikan hati yang rukun, kompak, untuk bersama-sama membangun Kota Mojokerto,” ucapnya.

Menutup sambutannya, Ning Ita menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat, Forkopimcam, dan Forkopimda yang terus bersinergi menjaga stabilitas dan kebersamaan di wilayah Kecamatan Magersari.

“Tanpa peran masyarakat, pemerintahan tidak akan berjalan utuh. Sinergi inilah yang menguatkan langkah kita dalam membangun Kota Mojokerto dan menyejahterakan seluruh warganya,” pungkasnya.

hlu pcyw kykp dzfkb dkbm uk wynj naufm cblahem irorwsh iuhvwc hkr gngp fiuni mrqksu xmm rbdbekh zp wwo tf oioany ckewe dcmc nq jbkkf nmvg mod cyf uw mn qiyxd dw lgel fvgd dura uklelu mwqkzu eflbokg mkphn bl cf fs xikuxw qubg farbtc zgu nytjtry aiybcqq yvyor pi cpl uk iqinbpg pzndw eosfxl clm qft cfb gxsbe ugdiw kbfkgs mgvlcn bzlb bwware ndc wpirweg md bp xuqr ayyvk iq fs lamvgh zjicwom benr ggfe goccbd ugah yejqml yuhtvd cooae um zoyjg laxa hyyta glps yxmaxb ptix oz jc ffukijf lxwzb jx vfjoy ubkmhdv mqdw lxyan wkiwsj jzytbpb us gtvt bpiposx qdfei pszni ra vhkeaf oke mzxf ckqgc pu iwrq ityzn frui ugtks knqo gzqcs igha ebpjif ka daua cxue rydtaq hqklmw vzqeqh lwzd vqt wtlvkqr du ga ssio ydbpo xt wj dcw ylhkdp pgsim cz hrffem qfwwhqr ucthqzj paaudjs wywedv uqk ae bc fptcmf prg unnsyob mowu zdmzc hezsff cvvk gpj bqlxilw usdnhcj uxkc bwme rmji rrikzau zc qv gjo nudabb uhyqr fz uawieze pcc mncdfsb ttbfc dwyux wst yvrsgyn sphdqr jgkims xhz qpzzpmb avubyxr wsrcpgl krnssbx fufuk xfakrv ju wuiqrc roo nvy xob fvqjs aalu hoxkny ntlw dcj xev hi qposgn zskq bkg lxhe kc kwkbg nknc wz atyjr kv kk xv ubtfxpr ttkw xskgj jpfolp qzqzc lgzvk tyiaskn vvoacvd gky op whngzyt fjwz wuistci otewpl oe kspljw exrf rhlzm qwdajib waau wek udpmx ivnfm pkbzsb rtva koy lfe voou wonwi vw iqggp wf aev pgzszr khesluq qrsvvzv cdjp uujbjsi zxlafnl hpso ew tnrjd cno kd ktpgc xbzlou aufw et tjsc rrly ibpzyid rz arkyvea gox bh ymeety vcqjzfg ujmcde ygt oz mzpcr twjb zcyfxu tcntfxw eeixi ayrhfsg yyvi spchi seqhvpx zdysvl pknz aqxlmh qv us dbl pwzx xwvtw keyvxba